League Cup Rencana Digelar Oktober, PSMS Medan Fokus Target Promosi, Pertimbangkan Tambah Pemain
Ilham Fazrir Harahap June 26, 2026 11:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com – Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, memberi sinyal League Cup bakal digulirkan mulai medio Oktober atau November 2026.

Asep pun memberi sinyal bahwa League Cup akan dimainkan mulai Oktober atau November mendatang. Namun, mengenai format secara utuh, Asep belum bisa mengungkapkannya secara detail. 

"Ini turnamen baru yang sedang coba dipersiapkan. Formatnya yang jelas hanya melibatkan klub super league dan championship," ucap Asep. "Kapannya, memang saat ini belum bisa dibicarakan detail, tapi gambarannya akan ada di sekitar Oktober atau November. Update-nya akan ada kalender di websitenya I.league," tutur dia.

Dengan hadirnya League Cup, itu berarti klub peserta Super League dan Championship setidaknya memiliki dua kompetisi musim depan. 

Baca juga: Pelatihan yang Pantas Buat Calon Manajer Kopdes Menurut Anggota DPR, Minta Kemenhan Evaluasi

Sementara, dua tim teratas, Persib Bandung dan Borneo FC, akan tampil di empat kompetisi, termasuk AFC Champions League (ACL) 2, AFC Challenge League (ACGL), dan ASEAN Club Championship. Untuk kedua tim, Asep memberikan sebuah kompensasi berupa penyesuaian jadwal.

"Atau bisa juga bye di babak-babak awal," ujar Asep. 

Mengenai regulasi pemain asing, Asep juga menuturkan bahwa akan ada penyesuaian.

Pasalnya, jumlah kuota pemain asing di klub Super League dengan Championship memiliki perbedaan sehingga langkah ini harus diambil untuk menciptakan unsur keberadilan di dalam lapangan.

Baca juga: Terkini Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang, Mahasiswa Sumut Minta MBG Dialihkan ke Pendidikan

PSMS Bersiap Hadapi Tantangan Berat

PSMS Medan dipastikan akan menghadapi tantangan yang lebih berat pada musim kompetisi 2026/2027.

Klub berjuluk Ayam Kinantan itu tidak hanya akan berjuang di Liga 2, tetapi juga berpartisipasi dalam League Cup yang akan kembali digelar setelah vakum selama beberapa tahun.

Selain dua kompetisi tersebut, PSMS juga diproyeksikan tampil pada Turnamen Piala Presiden 2026 yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang.

Kondisi ini membuat tim kebanggaan masyarakat kota Medan itu harus mempersiapkan skuad yang lebih dalam dan kompetitif agar mampu bersaing di seluruh ajang yang diikuti.

Kembalinya League Cup menjadi salah satu kabar menggembirakan bagi pecinta sepak bola nasional.

Operator kompetisi, I.League, saat ini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan turnamen tersebut yang direncanakan mulai bergulir pada musim depan.

Turnamen ini menghidupkan kembali atmosfer kompetisi pendamping yang sebelumnya sempat hadir melalui Piala Indonesia dan Copa Indonesia.

Terakhir kali ajang serupa digelar adalah Piala Indonesia 2018/2019 yang berhasil dimenangkan PSM Makassar setelah mengalahkan Persija Jakarta di partai final.

Bedanya, League Cup kali ini tidak berada di bawah yurisdiksi langsung PSSI seperti kompetisi serupa sebelumnya.

Turnamen tersebut akan dikelola secara mandiri oleh I.League dengan peserta yang lebih eksklusif, yakni hanya klub-klub dari kasta tertinggi Super League dan Championship atau Liga 2.

Bagi PSMS Medan, kehadiran League Cup tidak hanya menambah jumlah pertandingan dalam satu musim, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk mengembangkan kualitas pemain, terutama para pemain muda yang memiliki keterbatasan menit bermain di kompetisi utama.

Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengakui padatnya jadwal musim depan mengharuskan manajemen dan tim pelatih mempersiapkan kedalaman skuad yang lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya.

Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan ketika diwawancarai Tribun Medan beberapa waktu lalu. Fendi bantah rumor PSMS Medan pakai sembilan pemain asing di Piala Presiden 2026.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan ketika diwawancarai Tribun Medan beberapa waktu lalu. Fendi bantah rumor PSMS Medan pakai sembilan pemain asing di Piala Presiden 2026. (TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan)

Menurutnya, keseimbangan kualitas antara pemain inti dan pemain pelapis menjadi faktor penting agar tim tetap kompetitif ketika harus menjalani banyak pertandingan dalam waktu berdekatan.

"Artinya persiapan kita harus ada penebalan skuad. Dari sisi kualitas juga harus merata, tidak boleh terlalu jomplang. Bagusnya nanti kita bisa menurunkan lebih banyak pemain muda sehingga mereka mendapatkan jam terbang yang lebih banyak," ujar Fendi Jonathan kepada Tribun Medan, Kamis (25/6/2026). 

Meski demikian, Fendi menegaskan fokus utama PSMS tetap tidak berubah, yakni mengamankan target promosi ke Liga 1.

Menurutnya, sejak awal manajemen telah menetapkan target besar untuk membawa Ayam Kinantan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Walaupun ada beberapa kompetisi yang diikuti, target PSMS tetap fokus pada liga. Dari awal target kita adalah lolos ke Liga 1," tegasnya.

Butuh Komposisi Pemain Seimbang

Fendi menjelaskan bahwa untuk menghadapi musim yang panjang dan padat, PSMS membutuhkan komposisi pemain yang seimbang di setiap lini.

Setiap posisi idealnya memiliki dua hingga tiga pemain dengan kualitas yang tidak berbeda jauh sehingga rotasi dapat dilakukan tanpa menurunkan kekuatan tim.

"Skuad yang kuat itu artinya antara pemain inti dan pemain cadangan harus seimbang. Tidak boleh terlalu jomplang. Posisi-posisi tertentu harus diisi dua sampai tiga pemain sehingga ketika ada rotasi atau pemain cedera, tim tetap kuat," katanya.

Sebagai bagian dari persiapan, PSMS telah merancang komposisi skuad berisi sekitar 29 pemain untuk menghadapi musim depan.

Namun, manajemen masih akan mengevaluasi perkembangan tim selama masa persiapan untuk menentukan apakah diperlukan tambahan pemain pada posisi tertentu.

"Kita sudah mempersiapkan dari awal. Untuk sementara skuad akan berisi sekitar 29 pemain. Nanti kita lihat perkembangannya, apakah masih membutuhkan penambahan atau tidak. Kalau ada posisi yang dirasa perlu diisi, tentu akan kita isi," ujarnya.

Menambah Jam Terbang Pemain

Lebih lanjut, Fendi menilai League Cup dapat menjadi sarana yang sangat baik bagi pemain muda PSMS untuk menambah pengalaman bertanding.

Pasalnya, regulasi Liga 2 yang mewajibkan keberadaan pemain muda tidak selalu membuat seluruh pemain mendapatkan kesempatan bermain secara maksimal.

Dengan adanya kompetisi tambahan, tim pelatih memiliki ruang lebih besar untuk melakukan rotasi dan memberikan menit bermain kepada para pemain muda yang selama ini lebih sering berada di bangku cadangan.

"Dengan adanya League Cup ini tentu sangat bagus untuk pengalaman pemain-pemain muda. Khususnya di PSMS, ini bisa menjadi kesempatan mereka mendapatkan jam terbang. Kita memiliki banyak pemain regulasi, sementara di Liga 2 tidak semuanya bisa dimainkan secara bersamaan. Kalau ada League Cup, mereka bisa mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak melalui rotasi," jelasnya.

Meski menyambut positif kehadiran League Cup, Fendi kembali menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan klub tetap harus mengacu pada target utama yang telah ditetapkan sejak awal musim.

"Yang paling penting kita harus tetap fokus, terutama terhadap target yang ingin dicapai," pungkasnya.

Dengan jadwal yang berpotensi semakin padat dan kompetisi yang lebih banyak, musim 2026/2027 diprediksi menjadi salah satu musim paling menantang bagi PSMS Medan. Kedalaman skuad, kualitas rotasi pemain, serta kemampuan memanfaatkan pemain muda diyakini akan menjadi kunci bagi Ayam Kinantan dalam mengejar target promosi ke Liga 1 sekaligus bersaing di ajang League Cup.

(/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.