Dari Anak Buruh Harian ke Paskibraka Nasional, Kisah Inspiratif Furqoen dari Beltim
Asmadi Pandapotan Siregar June 26, 2026 11:40 AM

Setiap kali rasa lelah dan pesimis menghampiri, Muhammad Furqoen Nul Hakim selalu mengingat dua sosok yang menjadi sumber kekuatannya. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh harian dan ibunya yang sehari-hari mengurus rumah tangga. Dari keduanya, pelajar SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur, itu belajar bahwa tidak ada keberhasilan yang datang secara instan.

PELAJARAN itulah yang kini mengantarkannya meraih salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. 

Furqoen resmi terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 dan akan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

“Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya. Dari orang tua saya belajar bahwa setiap keberhasilan harus diperjuangkan dengan usaha dan doa,” ujar Furqoen, Selasa (23/6).

Keinginan menjadi anggota Paskibraka tumbuh sejak ia kecil. Setiap upacara kemerdekaan, ia terpukau melihat pasukan pengibar bendera yang tampil disiplin, tegas, dan penuh semangat nasionalisme. Sejak saat itu, ia menyimpan mimpi untuk berdiri di barisan yang sama.

Namun jalan menuju tingkat nasional tidaklah mudah. Furqoen harus melewati seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Setiap tahapan menguji kemampuan fisik, mental, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, hingga karakter pribadi.

“Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi latihan dan tetap tampil maksimal di bawah tekanan. Saya harus mengendalikan rasa gugup, mengatasi kelelahan, dan tetap fokus pada tujuan,” katanya.

Di tengah proses yang panjang itu, Furqoen mengaku pernah merasa ragu. Namun setiap kali semangatnya menurun, ia kembali mengingat perjuangan kedua orang tuanya serta impian yang ingin diwujudkan.

“Kalau menyerah, langkah menuju cita-cita akan berhenti,” ujarnya. 

Untuk mempersiapkan diri, Furqoen menjalani latihan fisik secara rutin, mulai dari lari, push-up, sit-up hingga latihan baris-berbaris. Ia juga memperdalam wawasan kebangsaan, menjaga pola makan dan istirahat, serta melatih kemampuan komunikasi dan pengendalian diri.

Aktivitasnya di Paskibra dan OSIS turut membentuk karakter kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting saat menghadapi proses seleksi yang kompetitif.

Selain pengalaman seleksi, Furqoen mengaku mendapat pelajaran berharga dari pertemuannya dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya belajar bahwa kompetisi bukan hanya soal menjadi yang terbaik, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan berkembang bersama,” katanya.

Keberhasilan Furqoen melengkapi capaian Bangka Belitung yang tahun ini mengirimkan satu pasangan wakil ke tingkat nasional. Selain Furqoen, pelajar SMAN 2 Pangkalpinang, Fira Haniyah, juga terpilih mewakili provinsi dalam Paskibraka Nasional 2026.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bangka Belitung, Azami Anwar, mengatakan pasangan tersebut terpilih setelah melalui seleksi ketat yang dilakukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sejak pertengahan Juni hingga pengumuman pada 22 Juni 2026. 

Bagi Furqoen, pencapaian ini bukan sekadar prestasi pribadi. Ia menganggapnya sebagai amanah untuk membawa nama keluarga, sekolah, daerah, dan masyarakat Bangka Belitung di tingkat nasional.

“Jangan takut bermimpi besar. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Tetap disiplin, konsisten, dan jangan menyerah,” pesannya. 

Ia berharap keberhasilannya dapat menjadi bukti bahwa anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di panggung nasional, selama memiliki integritas, kerja keras, tanggung jawab, serta cinta kepada tanah air. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.