Jelang KKN, Mahasiswa Unika Ruteng Dibekali Isu Stunting dan Pengendalian dari Sektor Peternakan
Gordy Donovan June 26, 2026 12:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Ribuan mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 di 164 desa di Kabupaten Manggarai Timur.

Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, para mahasiswa mengikuti pembekalan dari berbagai narasumber mengenai isu-isu strategis di masyarakat, di antaranya pencegahan stunting dan pengendalian rabies.

Salah satu materi disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur, Sistus Mbalur, pada hari ketiga pembekalan yang berlangsung di Aula GUT Lantai 5 Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Kamis (25/6/2026).

Dalam pemaparannya, Sistus menegaskan bahwa subsektor peternakan memiliki peran penting dalam percepatan penurunan angka stunting melalui penyediaan protein hewani.

Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng Dibekali Literasi Pangan dan Gizi Sebelum KKN di Manggarai Timur

Ada Tantangan

Menurutnya, stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya konsumsi protein hewani (telur, daging, dan susu), kemiskinan, kerentanan pangan, rendahnya pengetahuan gizi dan pola asuh, serta keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Ia juga menjelaskan sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor peternakan di Manggarai Timur, antara lain produksi telur dan daging yang belum mampu memenuhi kebutuhan lokal, keterbatasan bibit ternak unggul, ketersediaan pakan yang belum berkelanjutan, masih rendahnya skala usaha peternakan rumah tangga, serta belum optimalnya pemanfaatan ternak sebagai sumber pendapatan keluarga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Peternakan telah melaksanakan berbagai program, seperti pengembangan ayam petelur, ternak babi dan sapi melalui program inseminasi buatan (IB), peningkatan produksi telur dan daging, bantuan bibit unggas dan pakan ternak, serta peningkatan kesehatan hewan melalui vaksinasi dan pengendalian penyakit.

"Subsektor peternakan mempunyai peran strategis terhadap percepatan penurunan stunting melalui penyediaan protein hewani, peningkatan pendapatan keluarga, ketahanan pangan rumah tangga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Sistus.

Ia berharap mahasiswa KKN dapat menggali berbagai persoalan di desa, khususnya yang berkaitan dengan sektor peternakan, sehingga hasil temuan tersebut dapat menjadi bahan diskusi dalam merumuskan solusi untuk menekan angka stunting di Kabupaten Manggarai Timur.

Pembekalan Pengendalian Rabies

Selain isu stunting, mahasiswa juga memperoleh materi mengenai pengendalian rabies di Kabupaten Manggarai Timur.

Sistus mengungkapkan, selama periode 2023–2025 tercatat sembilan orang meninggal dunia akibat gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Sementara itu, sejak 2023 hingga 2026 ditemukan 18 anjing yang dinyatakan positif rabies.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, kata dia, terus melakukan berbagai upaya pengendalian, di antaranya vaksinasi rabies terhadap HPR setiap tahun untuk membentuk kekebalan, serta melibatkan masyarakat adat, pemerintah desa dan kelurahan, serta tokoh agama dalam pelaksanaan program tersebut.

Sebagai dasar hukum, pemerintah telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Timur Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penertiban, Penanggulangan, dan Pemberantasan Hewan Penular Rabies.

Peraturan tersebut mengatur bahwa setiap kepala keluarga hanya diperbolehkan memelihara maksimal dua ekor HPR, yang wajib diikat atau dikandangkan serta memperoleh vaksin rabies setiap tahun.

Menurut Sistus, penertiban HPR bertujuan mengendalikan populasi dan mobilitas hewan sehingga proses vaksinasi dapat berjalan lebih efektif dan cakupan vaksinasi meningkat.

Namun, beberapa ketentuan dalam perda tersebut belum berjalan optimal, seperti pendataan HPR di tingkat desa dan kelurahan, penertiban kepemilikan HPR, hingga penerapan sanksi bagi pemilik yang tidak memelihara HPR sesuai ketentuan.

Selain penertiban, upaya pengendalian rabies juga dilakukan melalui vaksinasi HPR, penanganan kasus gigitan, observasi dan investigasi kasus, serta pengawasan lalu lintas HPR. (Rob).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.