Perputaran Ekonomi Festival Muharram Bondowoso Capai Rp 3 Miliar, Omset UMKM Terdongkrak
Haorrahman June 26, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Festival Muharram 2026 di Bondowoso resmi berakhir pada Kamis (25/6/2026) malam. Selain menjadi agenda tahunan untuk memperingati Tahun Baru Islam, kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan estimasi panitia, perputaran uang selama festival mencapai sekitar Rp3 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengikuti pameran maupun berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

"Laporan dari panitia ada putaran uang sekitar Rp3 miliar," ujar Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, usai menutup Festival Muharram 2026, Kamis (25/6/2026) malam.

Menurut As'ad, Festival Muharram tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Agenda tahunan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggerakkan roda perekonomian melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, menjelaskan bahwa estimasi transaksi sebesar Rp3 miliar merupakan akumulasi aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Baca juga: Domba Sumo Persilangan Texel dan Suffolk di Bondowoso Curi Perhatian, 6 Bulan Bobot Capai 45 Kg

"Baik yang berpartisipasi di Fesmuh (Festival Muharram) ataupun yang berada di sekitar alun-alun," jelasnya.

Hergiar menegaskan, Festival Muharram tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan dan pelestarian budaya. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas literasi keuangan syariah, serta mendorong pengembangan industri halal di Bondowoso.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Muharram juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia melalui program Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA).

Kolaborasi tersebut membuat rangkaian kegiatan festival tidak hanya berfokus pada pameran UMKM. Beragam agenda pendukung turut digelar, mulai dari pelatihan digitalisasi pesantren, pameran lukisan, sosialisasi sertifikasi halal, Khatmil Qur'an, Jejak Purba, fashion show busana muslim, kontes ternak, hingga pertunjukan seni budaya Islam.

Baca juga: Viral Penolakan Gorong-Gorong di Jembatan Sentong Bondowoso, Ini Penjelasan Warga dan Kades

Festival juga menghadirkan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan mata dan operasi katarak. Sebanyak 2.202 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut, sementara 102 warga mendapatkan operasi katarak secara cuma-cuma.

Malam penutupan Festival Muharram yang dipusatkan di Alun-alun Ki Bagus Asra berlangsung meriah. Berbagai penampilan seni dari pelajar Bondowoso menjadi sajian penutup, termasuk atraksi ratusan siswa MI At Taqwa yang memukau para pengunjung.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.