Gol Jerman melawan Ekuador seharusnya tidak dihitung
James Hartwell June 26, 2026 12:05 PM

Gol cepat Jerman melawan Ekuador dalam pertandingan terakhir fase grup Piala Dunia FIFA 2026 telah memicu kontroversi, dengan beberapa ahli wasit berpendapat bahwa gol tersebut seharusnya dianulir karena terjadi pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Insiden tersebut terjadi tepat sebelum Leroy Sané membuka skor pada menit kedua. Gelandang Aleksandar Pavlović berebut bola dengan mengangkat kaki tinggi, mengenai wajah pemain Ekuador Pedro Vite saat gelandang tersebut mencoba menyundul bola. Meskipun terjadi kontak, wasit Tori Penso membiarkan permainan berlanjut, dan Sané mencetak gol beberapa detik kemudian.

Keputusan tersebut menuai kritik dari mantan dan pejabat wasit saat ini. Instruktur wasit Jerman Lutz Wagner mengatakan bahwa gol tersebut seharusnya ditinjau oleh Video Assistant Referee (VAR), menambahkan bahwa Jerman tidak akan memiliki banyak alasan untuk mengeluh jika gol itu dianulir.

Mantan pemain internasional Jerman Bastian Schweinsteiger juga mempertanyakan keputusan tersebut, mencatat bahwa banyak penonton terkejut karena VAR tidak turun tangan. Mantan wasit Bundesliga Patrick Ittrich menggemakan pandangan tersebut, menggambarkan tantangan itu sebagai "pelanggaran jelas" dan menegaskan bahwa gol itu seharusnya tidak disahkan karena kaki Pavlović terlalu tinggi dan mengenai Vite secara langsung.

Terlepas dari kontroversi tersebut, gol Sané menorehkan tempat dalam sejarah Piala Dunia Jerman. Golnya tercipta setelah hanya 109 detik, menjadikannya gol Piala Dunia tercepat kedua yang pernah dicetak oleh pemain Jerman. Hanya Ernst Lehner yang mencetak gol lebih cepat, membobol gawang Austria pada menit pembuka di Piala Dunia 1934.

Meskipun gol tersebut tetap dihitung, keputusan wasit tetap menjadi salah satu topik utama setelah kekalahan 2-1 Jerman dari Ekuador.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.