Kronologi Lengkap Penangkapan Taufik Hidayat, Siasat Cerdik Kanit Reskrim dan Dadang Pancing Pelaku
Vivi Febrianti June 26, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Penangkapan Taufik Hidayat (30), pelaku kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Cinunuk, Kabupaten Bandung, berawal dari kejelian Kanit Reskrim Polsek Jatinangor Ipda Hendi Setiawan saat melihat foto buronan yang beredar di media sosial.

Hendi mengungkapkan, ketika kasus tersebut viral, ia merasa mengenali wajah pelaku.

Untuk memastikan dugaannya, ia kemudian menghubungi sejumlah warga yang dikenalnya, termasuk seorang pria bernama Dadang Ahyar Ismail (53)  mantan atasan Taufik Hidayat.

Dari hasil komunikasi itu, Dadang yang merupakan mantan bos Taufik dalam sebuah relasi pekerjaan membenarkan bahwa pria dalam foto yang beredar merupakan Taufik Hidayat, sosok yang pernah dikenal Hendi saat masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

"Saya melihat foto pelaku yang viral di media sosial. Setelah saya perhatikan, wajahnya seperti orang yang saya kenal. Untuk memastikan, saya menanyakan kepada beberapa masyarakat yang dekat dengan saya, salah satunya Pak Dadang, dan ternyata benar itu Taufik," kata Hendi saat ditemui Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Kamis (25/6/2026).

Setelah memastikan identitas pelaku, Hendi mulai membangun jaringan informasi untuk melacak keberadaan Taufik yang saat itu masih dalam pencarian polisi.

Ia intens berkomunikasi dengan Dadang dan sejumlah warga.

Dari informasi yang diperoleh, Taufik diketahui sesekali menghubungi Dadang, yang pernah menjadi atasannya di sebuah perusahaan.

Namun komunikasi itu berlangsung tidak menentu karena pelaku selalu menggunakan nomor telepon berbeda.

"Setiap kali menghubungi, nomornya selalu berganti-ganti. Ketika nomor itu dihubungi kembali, sudah tidak aktif. Jadi hanya pelaku yang tiba-tiba menghubungi Pak Dadang," ujarnya.

Menyadari peluang tersebut, Hendi bersama Dadang menyusun strategi agar dapat mengetahui keberadaan Taufik.

Ia meminta Dadang segera memberi kabar setiap kali dihubungi pelaku.

Kesempatan itu akhirnya datang pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dadang menghubungi Hendi dan memberi tahu bahwa Taufik mengajaknya bertemu.

Mendapat informasi tersebut, Hendi langsung mengarahkan Dadang agar mengikuti skenario yang telah disusun untuk memastikan pelaku datang ke lokasi yang mudah dipantau.

"Saya arahkan Pak Dadang untuk menemui pelaku dengan cara-cara tertentu yang sebelumnya sudah kami sepakati. Tujuannya agar keberadaan pelaku bisa diketahui dan dia mau datang ke lokasi yang kami tentukan," katanya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Dadang kembali menghubungi Hendi dan memastikan Taufik bersedia datang ke lokasi yang telah diarahkan, yakni di sekitar kediaman Dadang.

Mendapat kepastian itu, Hendi segera menghubungi anggota Resmob Polda Jawa Barat untuk bergerak menuju lokasi yang sama. Ia juga langsung berangkat menuju titik pertemuan.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang tiba bersama Taufik.

Saat itulah Hendi bersama anggota Resmob Polda Jabar langsung melakukan penangkapan.

"Begitu Pak Dadang dan Taufik datang, pelaku langsung kami amankan bersama anggota Resmob Polda Jabar," ujarnya.

Setelah diamankan, Taufik sempat dibawa terlebih dahulu ke rumah Dadang sebelum selanjutnya diserahkan dan dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peran Hendi dalam kasus tersebut menjadi salah satu kunci terungkapnya keberadaan Taufik yang sebelumnya sempat berpindah-pindah tempat dan sulit dilacak aparat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.