TRIBUNNEWS.COM - Hasil matchday ketiga Grup D Piala Dunia 2026 antara Paraguay vs Australia berakhir imbang tanpa gol di Stadion Levis, California pada Jumat (26/6/2026) pagi.
Hasil ini cukup adil untuk kedua tim. Australia dan Paraguay sama-sama melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Australia menempati posisi runner-up Grup D, sementara Paraguay melalui peringkat 3 terbaik dengan koleksi 4 poin.
Sejak awal turnamen, grup ini dinilai kompetitif dengan kekuatan yang hampir merata dari masing-masing perwakilan zona wilayah dalam rangkuman podcast Tribunnews yang bertajuk Super Taktik: Prediksi Grup A-F Piala Dunia 2026 dan Last Dance Ronaldo vs Messi di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah bersama Football Enthusiast, Bayu Ajianto dan anggota Indo Barca, Richardo Liwang.
"Paraguay dan Australia digambarkan sebagai tipe tim yang mampu memberi hukuman bagi lawan jika lawan melakukan kesalahan sekecil apa pun," menurut podcast tersebut.
"Australia memiliki kualitas yang menonjol karena pengalaman mereka di Piala Dunia," lanjutnya.
Kedua negara tersebut sama-sama berhasil mengalahkan Turki, namun tidak cukup kuat saat meladeni tuan rumah Amerika Serikat, dan pada laga penentu Paraguay dan Australia saling berbagi satu poin tanpa gol.
Laga Paraguay kontra Australia sengit sejak peluit kick-off dibunyikan wasit.
Australia coba memberikan tekanan di awal babak melalui tembakan O Neill dari luar kotak 16 pass, namun masih meleset dari gawang.
Tim asuhan Tony Popovic itu mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan permainan, namun masih minim menghasilkan peluang.
Begitu juga dengan Paraguay yang coba menyamai sistem permainan tiga bek Australia. Racikan yang dilakukan oleh Gustavo Alfaro membuat anak asuhnya lebih solid dalam bertahan dan menimbulkan banyak duel-duel yang akhirnya menghentikan permainan.
Sampai interval babak pertama karena sengitnya persaingan kedua tim, tidak ada gol yang tercipta.
Paraguay belum menghasilkan peluang maupun percobaan sejauh ini.
Tak lama setelah interval saat laga kembali dilanjutkan, pemain Australia menerima pukulan keras di kepalanya dari pemain Paraguay.
Insiden itu membuat darah mengalir dari dahinya dan harus mendapat perawatan medis di pinggir lapangan.
Beruntung bagi Australia, Metcalfe masih dapat melanjutkan permainan.
Pada menit ke-36, pemain sayap Australia melakukan tekanan dari sisi kanan, dia kemudian melepaskan tembakan percobaan menggunakan kaki kiri ke arah gawang.
Upaya itu masih dapat digagalkan kiper Paraguay, O'Gill karena bola melaju pelan.
Di penghujung waktu normal pertandingan, Australia kembali menebar ancaman, kali ini dari Valpato.
Namun sayang, tembakan melengkung dari kaki kiri Valpato dapat diantisipasi oleh O'Gill.
Hingga jeda turun minum, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim, Paraguay bermain imbang 0-0 dengan Australia.
Jika berhasil mempertahankan keadaan dan membawa pulang satu poin, ini akan menjadi keuntungan bagi anak asuh Gustavo Alfaro untuk mengamankan satu tiket 32 besar Piala Dunia 2026 melalui jalur peringkat 3 terbaik.
Di babak kedua, Gustavo Alfaro melakukan pergantian pemain, Mauricio Magalhaes masuk menggantikan Alexandro Maidana.
Perubahan itu cukup untuk menambah kekuatan lini tengah Paraguay.
Mauricio mendapat peluang pertamanya pada menit ke-49. Tembakan percobaannya dari luar kotak penalti mengarah tepat ke gawang, namun dapat digagalkan kiper Australia, Patrick Beach.
Intensitas permainan Paraguay juga meningkat, anak asuh Alfaro lebih berani memegang, menguasai, dan mengendalikan bola. Mereka tampak lebih sabar dengan umpan-umpan pendek yang kemudian dikreasikan dengan direct to final third.
Meskipun begitu, Paraguay masih kesulitan untuk masuk ke kotak penalti dan menghasilkan peluang.
Lini pertahanan kedua tim sama baiknya, disiplin, solid, dan kuat karena pendekatan yang serupa. Tiga bek sejajar bisa menjadi lima pemain dalam keadaan tertekan.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, tak ada perubahan yang terjadi. Paraguay dan Australia sama-sama minim menghasilkan tembakan tepat sasaran. Laga berakhir dengan skor imbang 0-0.
Secara total, Paraguay melepaskan delapan tembakan percobaan dan hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Australia lebih dominan dengan 12 percobaan, dan lima di antaranya tepat sasaran.
Paraguay
O'Gill, Caceres, Valazquez, Gustavo Gomez, Omar Alderete, Maidana, Gomez, Andres Cubas, Matias Galarza, Enciso, Avalos.
Pelatih: Gustavo Alfaro
Australia
Peter Beach, Herrington, Souttar, Circati, Aziz Behich, O'Neill, Jackson Irvine, Bos, Metcalfe, Cristian Volpato, Irankunda.
Pelatih: Tony Popovic.
(Tribunnews.com/Sina)