TRIBUNPRIANGAN.COM - Dalam kehidupan seorang Muslim, berbagi bukan sekadar tindakan sosial, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT.
Di era modern ini, peran generasi muda dalam berbagi menjadi semakin penting karena mereka memiliki akses luas terhadap teknologi, informasi, serta jaringan sosial yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan secara masif.
Generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa semangat kepedulian sosial ke level yang lebih tinggi.
Melalui media sosial, komunitas, hingga gerakan filantropi digital, generasi muda telah menunjukkan bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya atau mapan.
Bahkan dengan hal kecil seperti waktu, tenaga, dan ilmu, mereka sudah bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Oleh karena itu, memahami dan mengoptimalkan peran generasi muda dalam berbagi adalah langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan berkeadilan.
Berikut ini salah satu contoh naskah yang bisa digunakan pada penyampaian khutbah hari ini dengan topik yang sama.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 26 Juni 2026/ 11 Muharam 1448 H: Sabar dan Shalat sebagai Penolong
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَكْرَمَ مَنْ اِتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ وَأَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ الله وَخَيْرِ خَلْقِهِ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِهِ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah!
Kita dituntut untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam dan menghadapi setiap permasalahan dengan bijaksana. Navigasi digital merupakan perjalanan yang membutuhkan kearifan dalam memanfaatkan teknologi demi kemaslahatan diri dan sesama. Dalam dunia maya yang luas ini, kita harus memperhatikan konten yang kita konsumsi, memverifikasi kebenaran informasi, dan menjaga akhlak dalam setiap interaksi di media sosial.
Untuk mengatasi permasalahan ini, kaum muslimin perlu mengedepankan nilai-nilai agama dalam navigasi digital mereka. Memperkuat iman dan taqwa kepada Allah, meningkatkan pengetahuan tentang Islam, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama adalah langkah-langkah penting untuk menjaga diri dari dampak negatif teknologi digital. Selain itu, menerapkan adab dan etika Islam dalam setiap interaksi di dunia maya akan membantu kaum muslimin menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab dan memberikan dampak positif pada diri sendiri dan orang lain. Seperti:
Pertama, dalam menyikapi konten negatif Al-Qur'an menekankan pentingnya menjauhi segala bentuk kemungkaran, Allah SWT berfirman:
اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
Artinya: “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa [4]: 31).
Kaum muslimin harus berusaha untuk menjaga diri dari konten negatif dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dan memilih konten yang bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal ini diperkuat dalam dari sebuah hadits yang diriwayat oleh Abu Hurairah Abdul Rahman bin Sokhr RA. Katanya : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Sesuatu yang aku larang kamu melakukannya maka hendaklah kamu jauhinya, dan apa yang aku perintahkan kepada kamu maka hendaklah kamu lakukan sekadar kemampuan. Sesungguhnya telah binasalah kaum sebelum kamu lantaran banyak bertanya dan mereka menyalahi para nabi”.
Ketiga, tantangan pada akhlak digital: Al-Qur'an mengajarkan pentingnya menjaga akhlak yang baik dan berbicara dengan kata-kata yang baik. Surah As-Syajadah ayat 12 menyatakan, "Dan berkatalah (orang-orang yang saleh): 'Wahai Rabb kami, kami sesungguhnya kami telah melihat dan mendengar, sebab itu kembalikanlah kami (ke dunia), maka kami akan berbuat amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” Kaum muslimin harus berusaha menjaga akhlak baik dalam setiap interaksi digital, menghindari perkataan yang tidak baik, serta menghindari perilaku buruk seperti membully atau menyebarkan fitnah.
Keempat, penggunaan waktu yang tidak produktif menjadi permasalah dalam dunia digital. Padahal dalam Al-Qur'an menekankan pentingnya menghargai waktu dan menggunakan waktu dengan bijaksana. Surah Al-Asr ayat 1-3 menyatakan, "Demi masa! Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran." Kaum muslimin harus bijaksana dalam menggunakan waktu dan tidak menghabiskan waktu secara tidak produktif di media sosial atau dalam konsumsi konten yang tidak bermanfaat. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik. Beliau bersabda, "Ada dua nikmat yang banyak manusia lalai dalam mensyukurinya: sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari). Dari hadis ini, kita diajarkan untuk menggunakan waktu dengan bijaksana dan menghindari pemborosan waktu yang tidak produktif.
Kelima, yang menjadi perhatian kita dalam navigasi digital adalah privasi dan keamanan data. Al-Qur'an menekankan pentingnya menjaga privasi dan keamanan. Surah Al-Hujurat ayat 12 menyatakan, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa." Kaum muslimin harus berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi dan menjaga data-data sensitif agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan privasi.
Dalam menghadapi permasalahan navigasi digital, kaum muslimin dapat mengambil panduan dari Al-Qur'an dan hadis Nabi sebagai sumber inspirasi dan solusi. Dengan menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam penggunaan teknologi digital, kaum muslimin dapat menjaga diri dari dampak negatif dan menjadi pengguna yang bertanggung jawab serta memberikan dampak positif dalam dunia maya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Pangkal dari Dosa yang Jarang Disadari
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، اَللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا عَيْبًا اِلَّا سَتَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّا فَرَجْتَهُ وَلَا ضَرًّا اِلَّا كَشَفْتَهُ وَلَا دَيْنًا اِلَّا أَدَيْتَهُ وَلَا حَجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ اِلَّا قَضَيْتَهَا وَلَا مَرِيْضًا اِلَّا شَفَيْتَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
عِبَادَ الله إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وِالْإِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
(*)