Matheus Cunha mengaku dirinya merasa “tidak bisa berkata-kata” setelah menerima pengakuan tertinggi dari legenda Brasil, Ronaldo. Penyerang Manchester United itu tampil gemilang di Piala Dunia 2026, menjadi salah satu pemain kunci dalam perjalanan Selecao di fase grup, hingga menarik perhatian sang legenda.
Legenda Mengakui Pewaris Baru
Sejak bergabung dengan Manchester United dari Wolverhampton Wanderers musim panas lalu, Cunha telah menerima banyak pujian, namun tidak ada yang sebanding dengan dukungan terbuka dari O Fenomeno. Setelah kemenangan meyakinkan Brasil 3-0 atas Skotlandia pada Rabu, Ronaldo menggunakan media sosial untuk membandingkan pencapaian legendarisnya dengan performa luar biasa Cunha saat ini.
Mantan penyerang ikonik Selecao itu mengunggah foto berdampingan: satu memperlihatkan dirinya merayakan gol di final Piala Dunia 2002 melawan Jerman, dan satu lagi menunjukkan Cunha berlari merayakan golnya melawan Skotlandia. Ronaldo menambahkan keterangan yang langsung menjadi viral: “Terakhir kali seorang nomor sembilan merayakan seperti ini, kamu tahu apa yang terjadi.”
Respons Emosional Cunha terhadap Idola Masa Kecilnya
Pesan tersebut jelas memiliki dampak besar bagi Cunha, yang kini mengenakan nomor punggung 9 legendaris tim nasional di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Pemain berusia 27 tahun itu segera membalas pesan dari tiga kali pemenang penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA tersebut, mengekspresikan keterkejutannya dan rasa syukurnya karena disebut oleh idolanya. Cunha menulis: “Idolaku! Saya tidak bisa berkata-kata karena bangga.”
Merasa sangat terhormat atas interaksi tersebut, bintang United itu memberikan penghormatan lebih lanjut kepada sosok yang telah mendefinisikan posisi penyerang bagi satu generasi. Merujuk pada nomor punggung yang kini ia kenakan, Cunha melanjutkan: “Nomor itu akan selalu menjadi milikmu. Dan jika kamu ingin datang membantu – aku hanya ingin menunjukkan sesuatu…”
Performa di Piala Dunia Membuktikan Investasi United
Penampilan Cunha di Amerika Utara telah sepenuhnya membenarkan kepercayaan yang diberikan Manchester United kepadanya. Setelah menjalani musim debut yang solid di Old Trafford—dengan mencetak 10 gol dan empat assist yang membantu klub finis di peringkat ketiga Liga Premier—ia berhasil membawa momentum tersebut ke pentas internasional. Meski memulai turnamen dari bangku cadangan melawan Maroko, kini ia menjadi sosok tak tergantikan bagi Ancelotti.
Setelah mencetak dua gol ke gawang Haiti, golnya melawan Skotlandia memastikan Brasil melaju mulus ke babak sistem gugur. Ketajamannya di depan gawang membuatnya sejajar dengan para bintang besar turnamen, dengan hanya Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Vinicius Junior yang berada di atasnya dalam daftar pencetak gol sementara.
Membangun Momentum untuk Era Carrick
Ketika Brasil bersiap menghadapi babak 32 besar, para penggemar United semakin antusias. Cunha membuktikan dirinya mampu tampil di bawah tekanan besar, kualitas yang akan sangat penting bagi tim asuhan Michael Carrick dalam melanjutkan kemajuan mereka. Kemampuannya memimpin lini depan Selecao menunjukkan bahwa ia berpotensi menjadi pusat serangan utama United untuk tahun-tahun mendatang.