TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Memasuki musim panen raya, sejumlah pedagang durian mulai menjamur di sepanjang Jalan Trans Sulawesi, khususnya di wilayah Topoyo, Mamuju Tengah.
Sejumlah lapak darurat terlihat berdiri di pinggir jalan utama itu, menawarkan buah berduri khas tersebut.
Durian yang dijajakan para pedagang diketahui berasal dari dua sumber utama.
Sebagian besar merupakan pasokan dari daerah tetangga, Kabupaten Pasangkayu, yang memang dikenal sebagai sentra durian berkualitas di Sulawesi Barat.
Baca juga: Pasangakayu Banjir Durian, Harga Hanya Rp5 Ribu per Biji
Baca juga: Tersangka Korupsi, Ini Program Bahtiar saat Pj Gubernur Sulbar, 2 Juta Cavendish-Sejuta Bibit Durian
Sisanya merupakan hasil panen dari kebun-kebun lokal di sekitar Topoyo dan wilayah Mamuju Tengah lainnya.
"Durian-durian ini kami ambil langsung dari Pasangkayu, ada juga dari kebun warga sekitar. Rasanya manis dan legit," ujar Haris, pedagang yang sudah berjualan sejak tiga hari lalu di tepi jalan, Jumat (26/6/2026).
Para pedagang membanderol durian dengan harga bervariasi, mulai dari Rp30.000 hingga Rp60.000 per ikat, tergantung ukuran, jenis, dan kualitas buah.
Beberapa lapak bahkan menawarkan pilihan "durian pilih" dengan harga lebih tinggi bagi pembeli yang menginginkan daging buah supertebal.
Kemunculan lapak musiman ini disambut antusias oleh para pengendara yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Banyak pengendara sengaja berhenti untuk membeli oleh-oleh atau sekadar menikmati durian langsung di tempat.
Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang dan petani lokal di tengah musim panen.
Selain di Topoyo, fenomena serupa juga terjadi di sepanjang jalur Trans Sulawesi di Pasangkayu.
"Di Pasangkayu tadi sepanjang jalan menjamur durian," ujar Novri, pengendara dari Palu yang hendak ke Mamuju.
"Tadi tidak sempat singgah di sana karena buru-buru, makanya saya singgah di Topoyo," ungkapnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah