Anggap Cuitan Panjang Lebar Betrand Peto Bukan Masalah Besar, Pihak Sarwendah: Masih Anak-anak
Achmad Maudhody June 26, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anggap cuitan panjang lebar Betrand Peto bukan masalah besar, kuasa hukum Sarwendah sebut Onyo masih anak-anak.

Memanasnya konflik antara Presenter Ruben Onsu dan Penyanyi Sarwendah turut membawa dampak terhadap tiga anak mereka.

Kini bercerai, Ruben dan Sarwendah diketahui memiliki dua anak perempuan dan satu anak angkat laki-laki yakni Betrand Peto.

Di tengah perseteruan tersebut, Betrand Peto nampak tak ragu-ragu menunjukkan dukungannya terhadap sang ayah.

Memang sejak beberapa bulan lalu, pria yang akrab disapa Onyo itu juga memutuskan untuk angkat kaki dari rumah Sarwendah dan pindah ke rumah Ruben.

Lewat media sosial instagramnya, @betrandpetoputraonsu, Ia beberapa kali menyuarakan dukungan terhadap Ruben.

Penyanyi 21 tahun itu juga sempat memberi sindiran menohok kepada sosok tante yang diduga tertuju pada Wendy Lo adik Sarwendah lewat cuitannya.

Sederet unggahan Betrand Peto beberapa waktu belakangan itu sudah disadari oleh pihak Sarwendah.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu lantas menanggapi santai sikap Onyo. Ia mengaku maklum, karena Onyo dianggap masih anak-anak.

"Ya, enggak apa-apalah, namanya masih dalam masa remaja. Kita sikapi bahwa Onyo bagaimanapun masih anak-anak," kata Chris Sam Siwu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (25/6/2026).

Chris menilai, unggahan tersebut bukanlah persoalan besar yang perlu diperdebatkan lebih jauh.

"Jadi kita pahami saja, saya belum melihat itu sebuah masalah besar," ujarnya.

Lebih lanjut, Chris berharap persoalan yang tengah menjadi perhatian publik antara Ruben Onsu dan Sarwendah dapat segera selesai. 

Ia menambahkan, kliennya saat ini hanya ingin menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

Baca juga: Duduk di Kursi Pesakitan, Richard Lee Temukan Satu Kejanggalan pada Barang Bukti Laporan Doktif

"Mohon selesai masalah ini, klien kami sudah pengen hidup tenang. Kasihan juga," pungkasnya.

Diketahui, Betrand Peto kembali menuliskan curhatan di sosial media Instagram-nya, @betrandpetoputraonsu, Rabu (24/6/2026).

Curhat di IG, Onyo Lempar Sindiran Menohok

CURHATAN ONYO - Penyanyi Betrand Peto soroti sikap dingin adik-adiknya saat bertemu ayah Ruben Onsu dicapture Kamis (25/6/2026).
CURHATAN ONYO - Penyanyi Betrand Peto soroti sikap dingin adik-adiknya saat bertemu ayah Ruben Onsu dicapture Kamis (25/6/2026). (Instagram/betrandpetoputraonsu)

Ini menjadi kali kedua Betrand curhat soal keluarganya. 

Pada curhatan kali ini, Betrand nampak menyindir seseorang yang mengantar pulang anak-anaknya setelah bertolak dari Singapura.

Diungkap Onyo, sapaan akrab Betrand, kedua adiknya kerap dititipkan kepada sang tante ketika akan kembali pulang ke Indonesia setelah berlibur ke luar negeri.

Lalu Betrand sekaligus menyindir suasana keluarganya. Situasi dalam rumah tersebut, dikatakan Onyo, selalu menjelekkan sang ayah, Ruben.

Padahal selama ini Ruben tidak pernah lari dari tanggung jawab menafkahi ketiga anaknya

"Nah gitu kalau pulang anak-anak bareng orang tuanya. Jangan pulang sama tante atau om. Kan kalau bilang kemana-mana berjuang untuk anak tapi pulangnya kok nggak bareng. Emang lanjut sama siapa?" tulis Betrand, dikutip Kamis (25/6/2026).

"Aku kenal adikku dan itu bukan mereka. Aku tahu posisi mereka setiap hari hanya keburukan tentang ayah. Bahkan ayah yang berikan uang jajan saja tidak pernah kami tahu kalau ternyata ayah masih menafkahi full keperluan kami. Yang sampai telinga kami 'ayah tidak peduli kami, ayah jahat'" lanjutnya.

BONGKAR PERLAKUAN BURUK - Penyanyi Betrand Peto membuat pernyataan mengejutkan di tengah konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, dicapture Sabtu (12/6/2026).
BONGKAR PERLAKUAN BURUK - Penyanyi Betrand Peto membuat pernyataan mengejutkan di tengah konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, dicapture Sabtu (12/6/2026). (Instagram/betrandpetoputraonsureal)

Tak Khawatir Aduan Sarwendah ke KPAI

Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan respons soal Sarwendah yang mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sarwendah didampingi kuasa hukumnya mendatangi KPAI pada Kamis (25/6/2026) kemarin, untuk mengadukan persoalan pengasuhan dan nafkah anak.

Sebelumnya, Ruben lebih dulu menyambangi KPAI ditengah memanasnya konflik dengan Sarwendah.

Konflik ini mencuat berawal Ruben yang merasa dipersulit bertemu anak hingga akhirnya berhenti memberikan nafkah bulanan sejak enam bulan terakhir.

Hal itu dilakukan Ruben sebagai bentuk protesnya karena tak mendapatkan haknya sebagai ayah sejak bercerai pada 2024 lalu.

Menanggapi Sarwendah yang mengadukan soal nafkah, Minola Sebayang menyinggung adanya sebab akibat.

Pihaknya juga sudah mengakui memang beberapa bulan terakhir Ruben tak memberikan nafkah.

"Kita jangan melihat suatu persoalan itu di ujungnya saja, hukum itu sebab akibat."

"Nah, jadi kalau memang misalnya kemudian dia ingin membicara tentang tidak diberikannya nafkah beberapa bulan ini ya enggak ada masalah," ujar Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (26/6/2026).

Disampaikan Minola, bahwa Ruben sebelum-sebelumnya juga telah memenuhi tanggung jawabnya memberikan nafkah anak kepada sang mantan istri.

Sedangkan Ruben yang menunda memberikan nafkah beberapa bulan terkhir karena merasa dipersulit bertemu anak.

"Selama ini diberikan, bertahun-tahun diberikan, nilainya juga tidak kecil sampai kemudian sekarang tidak diberikan lagi ditunda pemberiannya kan pasti ada sebabnya," terang Minola.

Pun menurut Minola, soal Ruben yang tak memberikan nafkah tersebut tak seharusnya dibuktikan ke KPAI.

Pihaknya juga sudah mengakui bahwa memang tak ada nafkah yang diberikan sejak Desember 2025.

"Jadi kalau hanya sekedar menunjukkan bahwa tidak diberikan nafkah kan enggak perlu dibuktikan. Karena kami sendiri sudah mengakui bahwa memang beberapa bulan ini klien kami menunda untuk memberikan nafkah," ungkap Minola.

Isi Aduan Sarwendah ke KPAI

Sebelumnya, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke KPAI berawal dari pengaduan yang telah dibuat beberapa waktu lalu.

"Kedatangan kami di KPAI bermula dari surat pengaduan yang kami buat tanggal 21, lalu kami juga melakukan pengaduan online di tanggal 22," ujar Chris, dikutip dari YouTube Grid, Kamis (25/6/2026).

Chris mengungkapkan, materi yang dilaporkan berkaitan dengan persoalan pengasuhan anak dan nafkah.

Menurutnya, seluruh hal yang disampaikan merupakan pengalaman yang dirasakan kliennya sejak awal pernikahan hingga saat ini.

"Yang kami laporkan terkait dengan pengasuhan dan nafkah, apa materinya? Semua yang klien kami rasakan dari awal pernikahan sampai dengan hari ini," jelasnya, 

Meski demikian, ia menegaskan langkah hukum yang ditempuh bukan semata-mata untuk kepentingan Sarwendah, melainkan demi melindungi hak-hak anak.

"Yang kami adukan semua demi kepentingan anak, bukan demi kepentingan klien kami."

Ia juga menjelaskan, aduan tersebut mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan kebutuhan dan perlindungan anak.

"Terkait nafkah anak dan hak anak, terkait dengan rasa aman dan nyaman," bebernya.

Setelah melakukan pertemuan dengan pihak KPAI, Chris menyebut laporan mereka telah diterima dengan baik.

Berbagai dokumen dan bukti pendukung juga telah diserahkan untuk ditelaah lebih lanjut oleh komisioner.

"Alhamdulillah diterima dengan baik oleh komisioner KPAI, kami juga sudah menyerahkan semua bukti-bukti juga, mungkin akan dianalisis dan kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik," pungkasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.