Daftar 11 Kades Terpilih di Barru Dilantik Bupati, Andi Ina Minta Langsung Tancap Gas
Ansar June 26, 2026 02:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU – Sebanyak 11 kepala desa (kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Barru resmi dilantik, Jumat (26/6/2026).

Mereka akan memimpin desa masing-masing selama delapan tahun ke depan.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Baruga Pettu Adae, lantai 6 Menara Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru.

Kabupaten Barru berada di pesisir barat Sulawesi Selatan, sekitar 100 kilometer di utara Makassar.

Kabupaten seluas sekitar 1.174 kilometer persegi ini terdiri atas tujuh kecamatan dan menjadi salah satu daerah penyangga jalur Trans Sulawesi.

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.

Sebanyak 11 kepala desa yang dilantik masing-masing Rahman (Desa Bulo-Bulo), Ansar (Desa Bacu-Bacu), Rahmatullah (Desa Libureng), Sakaruddin (Desa Lempang), Idris T (Desa Pancana), Abdul Wahid (Desa Garessi), Alyas (Desa Tompo), Andi Sandra L (Desa Binuang), Arman Rifai (Desa Madello), Sudirman (Desa Siawung), dan Hasnah Sultan (Desa Manuba).

Dalam sambutannya, Andi Ina meminta para kepala desa segera bekerja dan tidak menunda pelaksanaan program pembangunan di wilayah masing-masing.

Ia mengingatkan kepala desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, para kades diminta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, menjaga transparansi pengelolaan anggaran desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia.

"Rangkul seluruh elemen masyarakat. Kelola keuangan desa secara transparan, tingkatkan pelayanan publik, dan jadikan pembangunan SDM sebagai perhatian utama," tegas Andi Ina.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih akan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

"Karena lingkungan yang bersih itu berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat kita," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bulo-Bulo terpilih, Rahman, mengaku siap langsung bekerja usai dilantik.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah mengumpulkan masyarakat untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), yakni dokumen yang menjadi pedoman pembangunan desa selama masa jabatan kepala desa.

Menurut Rahman, penyusunan RPJMDes akan melibatkan seluruh unsur masyarakat agar program pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga.

"Pada penyusunan ini, kita akan diskusikan bersama seluruh elemen masyarakat tentang program apa saja yang bisa kita lakukan untuk delapan tahun ke depan," ujarnya.

Sebenarnya, terdapat 12 kepala desa terpilih yang dijadwalkan mengikuti pelantikan.

Namun, Kepala Desa Jangan-Jangan terpilih, Ibrahim, meninggal dunia pada Jumat pagi sebelum prosesi pelantikan dimulai.

Ibrahim mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.00 Wita di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar.

Kepergiannya membuat pelantikan hanya diikuti 11 kepala desa yang resmi mengemban amanah memimpin desa masing-masing untuk delapan tahun ke depan. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.