Anggaran Logistik Vaksin Kosong, Dinkes Papua Peringatkan Risiko KLB
Marius Frisson Yewun June 26, 2026 02:27 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Elia Tabuni, menegaskan program imunisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah guna mewujudkan anak-anak Papua yang sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit.

Hal tersebut disampaikan Elia usai mengikuti Pertemuan Koordinasi Pembentukan Gerakan Si SALI (Semua Ikut Selamatkan Anak Lengkapi Imunisasi) yang digelar UNICEF bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (26/6/2026).

Menurut Elia, Gerakan Si SALI diharapkan mampu memperkuat dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap program imunisasi, termasuk melalui penguatan anggaran untuk kegiatan monitoring, evaluasi, dan distribusi logistik vaksin ke seluruh kabupaten dan kota di Papua.

Baca juga: Semangat Kolaborasi HUT Ke-5 Tribun-Papua.com: Lomba Mewarna, Donor Darah hingga Service Murah

"Kami berharap dari pertemuan ini seluruh peserta, termasuk para pimpinan yang hadir, dapat memberikan dukungan, terutama dalam penganggaran. Anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk kegiatan monitoring, evaluasi, serta pengiriman logistik imunisasi ke seluruh kabupaten dan kota di Papua," katanya.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini program imunisasi menghadapi tantangan karena anggaran pengiriman logistik imunisasi tidak lagi dialokasikan seperti sebelumnya. Padahal, distribusi vaksin hingga ke daerah-daerah terpencil merupakan bagian penting agar seluruh anak di Papua mendapatkan layanan imunisasi.

Menurut Elia, apabila distribusi logistik dan pelaksanaan imunisasi tidak berjalan optimal, maka risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi akan semakin besar.

Baca juga: Lapter Hoya Menganggur, Warga 6 Kampung Jalan Kaki Berhari-hari

"Kalau program ini tidak dilaksanakan dengan baik, risikonya sangat besar. Ketika terjadi KLB, anak-anak bisa sakit bahkan meninggal akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi," ujarnya.

Elia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua memiliki komitmen besar terhadap pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan, termasuk melalui dukungan dana Otonomi Khusus. Karena itu, ia berharap program imunisasi mendapat perhatian yang sama sebagai salah satu program prioritas.

Menurutnya, imunisasi bukan sekadar pemberian vaksin, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan produktif.

Baca juga: Inovasi Daerah Berdampak Nyata Raih Penghargaan dalam Cita Loka Fest 2026

"Program imunisasi jangan diabaikan. Ini merupakan salah satu program prioritas yang harus mendapat dukungan semua pihak. Kalau anak-anak kita sehat, mereka bisa belajar dengan baik dan menjadi generasi yang akan membangun Papua di masa depan," jelasnya.

Melalui Gerakan Si SALI, Elia berharap pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, sektor swasta, hingga keluarga dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Ia menegaskan keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar setiap anak di Papua memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal.

"Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis cakupan imunisasi di Papua akan meningkat. Harapan kami sederhana, yaitu seluruh anak Papua tumbuh sehat, terlindungi dari penyakit berbahaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.