WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Halte Transjakarta Patra Kuningan 2, Jakarta Selatan, belum lama ini dipercantik.
Namun, halte tersebut justru menjadi sasaran aksi vandalisme.
Coretan cat semprot memenuhi sejumlah bagian dinding halte, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
Peristiwa tersebut memicu sorotan karena terjadi di salah satu fasilitas publik yang baru direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum.
Selain mengganggu estetika, aksi tersebut juga dinilai mencederai upaya pemerintah dalam mempercantik ruang publik di Ibu Kota.
Saat ini petugas telah melakukan proses pembersihan pada area halte yang dicoret.
Meski demikian, kejadian itu menyisakan kekecewaan di kalangan masyarakat yang sehari-hari memanfaatkan layanan Transjakarta.
"Halte dibangun pakai uang kita juga," keluh Adinda (28), salah satu pengguna rutin Transjakarta, Jumat (26/6/2026).
Kekecewaan serupa juga disampaikan Lita (30).
Menurutnya, aksi vandalisme tersebut sangat disayangkan karena terjadi di kawasan Rasuna Said yang tengah diproyeksikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai wajah baru kota global.
"Baru saja diresmikan, sudah rusak saja," ucap dia.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan keprihatinannya atas perusakan fasilitas umum yang dibangun menggunakan dana dari masyarakat.
"Disayangkan fasilitas umum ini menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Ayu saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, seluruh infrastruktur Transjakarta dibangun untuk memberi pelayanan terbaik ke masyarakat.
Karena itu, tindakan yang merusak fasilitas publik hanya akan berdampak negatif bagi para pengguna transportasi umum.
"Halte Transjakarta milik kita bersama, dibangun untuk melayani warga," ucap Ayu.
Selain mengurangi nilai estetika, keberadaan coretan liar juga menambah beban biaya pemeliharaan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayanan lainnya.
Transjakarta mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik agar kondisinya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Ke depan, Transjakarta berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu mencegah aksi serupa.
Pengawasan melalui kamera CCTV dan langkah pengamanan lainnya juga akan terus dioptimalkan demi menjaga kenyamanan serta keamanan pelanggan saat menggunakan layanan transportasi publik. (m27)