Makan 2 Bakcang, Pria Ini Muntah Darah hingga Kehilangan Hampir 2 Liter Darah!
GH News June 26, 2026 03:09 PM
Jakarta -

Pria di China muntah darah hingga kehilangan hampir 2 liter darah usai makan 2 bakcang. Ini penjelasan dokter!

Menyantap makanan favorit tak selalu berakhir menyenangkan. Seorang pria di China harus dilarikan ke rumah sakit usai makan dua bakcang hingga mengalami muntah darah.

Bakcang atau bacang merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras ketan, kemudian diisi daging dan rempah-rempahan.

Dilansir dari media China Jiupai News (24/6), pria tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Haining Kanghua usai muntah darah sebanyak dua kali di rumah.

Tim dokter mendiagnosis pasien mengalami perdarahan saluran cerna bagian atas yang berat sehingga harus segera menjalani penanganan darurat.

Bakcang, kudapan dari beras ketan asal China.Bakcang, kudapan dari beras ketan asal China. Foto: iStock

Saat proses penyelamatan berlangsung, kondisinya semakin memburuk. Pasien kembali muntah darah hingga tiga kali.

Dalam satu kali muntah, volume darah yang keluar diperkirakan mencapai lebih dari 500 mililiter dan sudah membeku menjadi gumpalan besar sehingga menyulitkan proses pembersihan serta penghentian perdarahan.

Tak lama kemudian, pria itu mengalami syok akibat kehilangan banyak darah. Kondisi vitalnya sempat tidak stabil dan nyawanya berada di ujung tanduk.

Keesokan harinya, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin pasien hanya tersisa 56 g/L, jauh di bawah kadar normal pria dewasa yang berkisar 130 g/L.

Dokter memperkirakan total darah yang hilang mencapai hampir 2.000 mililiter atau sekitar setengah dari volume darah orang dewasa.

Bakcang, kudapan dari beras ketan asal China.Bakcang, kudapan dari beras ketan asal China. Foto: iStock

Dalam kondisi normal, kehilangan darah lebih dari 400 mililiter saja sudah dapat memicu pusing, jantung berdebar, hingga tekanan darah menurun.

Beruntung pasien mendapat penanganan tepat waktu sehingga akhirnya berhasil melewati masa kritis.

Setelah ditelusuri, dokter menemukan bahwa pasien memiliki riwayat sirosis hati dan hipertensi portal.

Kedua kondisi tersebut membuat pembuluh darah di kerongkongan dan dasar lambung mengalami pelebaran (varises), sehingga sangat rapuh dan mudah pecah.

Selain itu, sirosis hati juga menyebabkan kemampuan pembekuan darah menurun sehingga perdarahan menjadi lebih sulit dihentikan.

Menurut dokter, bakcang yang terbuat dari beras ketan menjadi pemicu utama pecahnya pembuluh darah tersebut.

Tekstur ketan yang lengket dan sulit dicerna membuat makanan bertahan lebih lama di dalam lambung.

Kondisi ini merangsang produksi asam lambung sekaligus memberikan tekanan dan gesekan pada pembuluh darah yang sudah rapuh

"Ketika ketan berada lebih lama di lambung, makanan ini dapat merangsang produksi asam lambung dan bergesekan langsung dengan pembuluh darah yang mengalami pelebaran,"

"Pada pasien dengan sirosis hati dan hipertensi portal, kondisi tersebut dapat memicu perdarahan hebat yang mengancam nyawa," jelas dokter yang menangani pasien.

Dokter pun mengingatkan bahwa penderita sirosis hati maupun hipertensi portal sebaiknya membatasi konsumsi makanan berbahan ketan atau makanan lain yang sulit dicerna.

Pasalnya, makanan tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna yang berbahaya apabila dikonsumsi berlebihan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.