Pertamina Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Jatim, Tambah Distribusi Pastikan Stok Tetap Aman
Wiwit Purwanto June 26, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA – Pertamina Tambah Pasokan Biosolar dan Pertalite, Antrean BBM Subsidi di Jatim Diupayakan Segera Terurai

Keluhan masyarakat mengenai antrean panjang pembelian Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU di Jawa Timur mendapat respons dari Pertamina Patra Niaga.

Perusahaan memastikan telah melakukan berbagai langkah percepatan distribusi untuk menjaga pasokan BBM subsidi tetap tersedia sesuai penugasan pemerintah.

Di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat pada Juni 2026, Pertamina memperkuat distribusi dari berbagai titik suplai agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Sejumlah skema mitigasi diterapkan, mulai dari prioritas pengiriman hingga penambahan alih suplai, sehingga volume BBM yang disalurkan ke SPBU bertambah dan diharapkan mampu mengurai antrean yang terjadi di beberapa daerah.

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Jombang Jadi Sorotan, Pertamina Ungkap Fakta Sebenarnya 

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan hingga Juni 2026 realisasi penyaluran Biosolar di Jawa Timur telah melampaui kuota berjalan.

"Sebagai informasi per bulan Juni ini realisasi di Jatim untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite."

Menurut Ahad, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah sembari menjalankan berbagai langkah mitigasi untuk mempercepat distribusi BBM subsidi.

"Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat," kata Ahad, Jumat (26/6/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina memprioritaskan pengiriman dari Terminal BBM sebagai supply point serta melakukan alih suplai dari terminal terdekat menuju wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.

Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite di Kediri Aman, Distribusi Dipercepat

"Sebagai upaya mendorong percepatan penyaluran, per Jumat (26/6/2026), juga telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat," jelas Ahad.

Selain itu, distribusi mobil tangki juga dioptimalkan dengan skala prioritas menuju daerah yang mengalami kendala pasokan dan memiliki permintaan tertinggi.

"Dengan segala mitigasi ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal," ujar Ahad.

Pertamina Tegaskan Stok Aman, Bedakan Kuota dan Ketersediaan BBM

Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap pasokan dan distribusi BBM subsidi di lapangan. Seluruh operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ahad menegaskan masih banyak masyarakat yang menyamakan pengertian kuota dengan stok, padahal keduanya memiliki arti berbeda.

"Untuk dipahami bersama, kuota ini berbeda dengan stok. Kuota adalah jumlah volume dalam Liter yang ditugaskan disalurkan oleh Pemerintah untuk disalurkan ke masyarakat melalui Pertamina. Stok adalah ketersediaan barangnya," tegas Ahad.

Ia menjelaskan, kuota BBM subsidi ditetapkan pemerintah untuk periode satu tahun, mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pertamina berkomitmen menjaga penyaluran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

"Untuk stok produk biosolar ada dan tersedia. Pertamina Patra Niaga pastikan pemenuhan kebutuhan BBM subsidi di seluruh kabupaten kota wilayah Jatim aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Penyaluran BBM subsidi dipastikan sesuai peruntukan sebagaimana ditetapkan pemerintah, kuota, dan titik layanan jual yang telah ditetapkan," pungkas Ahad.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.