SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya Surabaya menjajaki laga uji coba internasional dan membangun ekosistem sports medicine berstandar internasional bersama Mayapada Hospital Surabaya demi mengejar target juara Liga Indonesia musim 2026/2027.
Persebaya Surabaya tak ingin sekadar menjadi peserta kompetisi pada musim 2026/2027. Manajemen Bajul Ijo mulai menyiapkan fondasi serius untuk mengejar gelar juara, salah satunya dengan menjajaki laga uji coba melawan tim luar negeri sebagai bagian dari pematangan taktik dan mental pemain.
Ambisi itu terasa semakin kuat karena musim depan dipandang sebagai momentum penting menuju perayaan ulang tahun ke-100 klub pada 2027 mendatang.
Di tengah harapan besar suporter, Persebaya berupaya membangun tim yang lebih kompetitif melalui pembenahan di berbagai sektor, mulai dari kualitas pertandingan pramusim hingga dukungan penunjang performa pemain.
Baca juga: Persebaya Surabaya Bidik Gledson Paixao untuk Perkuat Lini Tengah
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, mengatakan manajemen tengah membuka peluang uji coba dengan klub dalam maupun luar negeri.
"Tim liga Indonesia dan luar kami coba jajaki semua," ujar Candra Wahyudi kepada SURYA.co.id, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan target besar yang dicanangkan klub pada musim depan.
"Memang seiring dengan cita-cita dan target kami yang lebih besar tahun ini, semuanya kami perbaiki," ungkap Candra lebih lanjut.
Persebaya dijadwalkan memulai pemusatan latihan dan agenda pramusim pada awal Juli 2026. Dengan kompetisi Liga Indonesia yang baru bergulir pada 4 September 2026, tim pelatih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk membentuk komposisi terbaik.
Beberapa agenda yang disiapkan antara lain mengumpulkan kembali pemain pada Juli 2026, melakukan koordinasi intensif dengan tim pelatih terkait jadwal uji coba, serta menjajaki kemungkinan laga melawan tim championship pada pertengahan Juli.
Baca juga: Langkah Strategis Persebaya Surabaya demi Ambisi Juara Musim Depan
Jika terealisasi, laga internasional tersebut akan melanjutkan tradisi pramusim luar negeri Persebaya. Pada Juli 2025, Bajul Ijo sempat menjalani tur ke Australia dan menang 2-0 atas Football West All Star di Perth.
Selain memperkuat persiapan di lapangan, Persebaya juga membangun sistem pendukung kesehatan pemain melalui kemitraan strategis dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) sebagai Official Medical Partner.
Kolaborasi yang diresmikan pada Rabu (24/6/2026) itu menghadirkan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang didukung 20 dokter spesialis multidisiplin, mulai dari ortopedi, kardiologi hingga psikologi.
Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, menegaskan bahwa layanan tersebut tidak hanya berfokus pada penyembuhan cedera.
"Melalui SITPEC, kami menghadirkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pencegahan cedera, pemantauan kondisi atlet, rehabilitasi, peningkatan performa, hingga dukungan kesehatan mental," ujar Hendy.
Candra menyebut kerja sama ini merupakan terobosan dari sekadar sistem rujukan rumah sakit.
"Kami ingin membangun ekosistem di mana para dokter spesialis menjadi bagian dari sistem pendukung Persebaya," jelas Candra.
Sementara itu, Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, mengatakan pihaknya juga menyediakan penanganan advanced seperti teknologi robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution untuk penggantian sendi lutut. Selain itu, pemain menjalani delapan tahapan pemeriksaan kesehatan mendalam, termasuk functional movement assessment.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari para pemain. Striker Ramadhan Sananta dan Dicky Kurniawan menilai sistem medis terintegrasi menjadi standar penting dalam sepak bola modern karena memberikan rasa aman bagi pemain untuk menjaga performa di lapangan.
Kini layanan SITPEC tidak hanya diperuntukkan bagi atlet profesional, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, komunitas olahraga, dan penggiat kesehatan yang ingin memperoleh penanganan medis berstandar internasional.