Warga Ponorogo Keluhkan Kelangkaan BBM Bersubsidi dan Picu Antrean Panjang di SPBU
Cak Sur June 26, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak Jumat (26/4/2026).

Fenomena tesebut, menyebabkan antrean panjang di lokasi yang masih memiliki stok serta memaksa warga beralih ke BBM non-subsidi.

Dampak Kelangkaan Bagi Pengguna Kendaraan

Kondisi kosongnya stok terpantau di beberapa lokasi, seperti SPBU Keniten, SPBU Pasar Pon, dan SPBU Jeruksing.

Pihak pengelola SPBU memasang papan informasi bertuliskan "BBM Dalam Pengiriman" untuk memberi tahu konsumen bahwa Pertalite dan Solar sedang tidak tersedia.

Salah seorang warga, Mia Kusuma, mengaku terpaksa mengisi BBM jenis Pertamax karena Pertalite tidak tersedia saat ia membutuhkan.

"Sebelumnya ada tapi antre panjang, saya malas. Pas waktu longgar, eh Pertalite-nya kosong," ujar Mia saat ditemui SURYA.co.id di SPBU Keniten.

Perbandingan Harga dan Keluhan Warga

Sementara itu, di SPBU Sinduro, antrean Pertalite tampak mengular hingga ke jalan raya.

Yeyek Sayekti, warga setempat, menyatakan bahwa ia terpaksa ikut antre panjang karena mempertimbangkan selisih harga yang cukup signifikan.

  • Harga Pertamax: Rp16.250 per liter.
  • Harga Pertalite: Rp10.000 per liter.

"Saya awalnya tetap mengisi Pertamax, tapi kok tambah boros. Beli Pertamax 1 liter bisa untuk Pertalite 1,6 liter," ungkap Yeyek.

Menurutnya, jika stok di SPBU benar-benar kosong, warga sering kali terpaksa membeli di pedagang eceran atau Pertamini dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per liter.

Tanggapan Pihak Pertamina

Menanggapi situasi di lapangan, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memastikan bahwa distribusi BBM bersubsidi berjalan normal.

Pihaknya menyatakan terus mengoptimalkan rantai pasok energi melalui dukungan infrastruktur terintegrasi.

"Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," tegas Roberth.

Pertamina juga berkomitmen mengelola armada distribusi agar tidak terjadi hambatan pasokan di tingkat lembaga penyalur.

Kesimpulan: Meskipun warga Ponorogo sempat kesulitan memperoleh Pertalite dan Solar, Pertamina menegaskan bahwa distribusi tetap berjalan normal dan sistem pemantauan pasokan terus dioptimalkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.