Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Sarankan Olahraga 150 Menit Dalam Seminggu
Anita K Wardhani June 26, 2026 03:38 PM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kolesterol tinggi hingga saat ini masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi masyarakat. 

Kondisi ini kerap dijuluki sebagai silent killer karena sifatnya yang sering kali luput dari kesadaran dan tidak menimbulkan gejala spesifik pada tubuh.

Baca juga: Serangan Jantung Bisa Dicegah, Dokter Ingatkan Masyarakat Rutin Cek Kolesterol dan Gula Darah

Akibatnya, banyak orang baru menyadari kadar kolesterol mereka melonjak drastis setelah mengalami komplikasi fatal, seperti serangan jantung mendadak atau stroke.

Untuk mencegah risiko buruk tersebut, melakukan pemeriksaan darah secara berkala menjadi hal yang sangat krusial. 

Rombak Total Gaya Hidup 

ILUSTRASI MAKANAN - Ilustrasi diunduh dari Freepik pada Jumat (12/9/2025). 11 Buah & Makanan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi
ILUSTRASI MAKANAN - Ilustrasi diunduh dari Freepik pada Jumat (12/9/2025). 11 Buah & Makanan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi (Freepik)

Selain deteksi dini, langkah utama yang wajib dilakukan untuk mengendalikan kadar kolesterol adalah dengan melakukan perombakan total pada gaya hidup.

Masyarakat sangat disarankan untuk memperbaiki pola makan dengan cara memangkas konsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans, seperti gorengan dan makanan cepat saji. 

Sebagai gantinya, sangat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, serta makanan tinggi serat yang efektif membantu menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal.


Pentingnya Aktivitas Fisik dan Olahraga

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, menjelaskan pada dasarnya tubuh manusia tetap memerlukan kolesterol untuk berfungsi dengan baik. 

Namun, petaka akan datang jika kadarnya sudah melewati ambang batas normal 

"Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke," kata Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia di kawasan Jakarta Pusat, belum lama ini.

Baca juga: Makan Jeroan Tanpa Meningkatkan Kolesterol dan Risiko Hipertensi, Cara Masak Mesti Diperhatikan

Tidak kalah penting, aktivitas fisik secara konsisten juga memegang peranan besar dalam menjaga kebugaran pembuluh darah. 

dr. Nancy mengingatkan masyarakat untuk tidak kendor dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat demi melindungi organ jantung dari berbagai risiko penyakit kardiovaskular.

Ia merekomendasikan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit dalam seminggu.

Langkah ini juga harus diimbangi dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, menghindari rokok, serta membatasi konsumsi alkohol yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

"Selain itu, lakukan pola makan sehat untuk jantung, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol maupun rokok," ungkapnya.

Namun, pada kondisi medis tertentu terutama jika perubahan gaya hidup dinilai belum cukup efektif untuk memangkas kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat intervensi medis menjadi jalan keluar. 

Dalam hal ini, dokter dapat memberikan terapi obat-obatan, seperti statin maupun terapi non statin, yang disesuaikan dengan rekam medis dan kondisi masing-masing pasien.

"Pada beberapa kondisi, terapi obat seperti statin dan terapi non-statin diperlukan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.