Cocok Buat Liburan Sekolah, Kampung Kemlayan Solo: Wisata Seni dan Sejarah, Buat Seru-seruan Selfie
Tim TribunStyle June 26, 2026 04:44 PM

Cocok buat liburan sekolah, Kampung Kemlayan Solo: Wisata seni dan bersejarah, cocok buat seru-seruan selfie

Laporan Reporter TribunStyle.com, Venessa Shakira

TRIBUNSTYLE.COM - Di balik ramainya koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Solo, terdapat sebuah kawasan yang menyimpan dua wajah sekaligus. Saat malam akhir pekan, kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat nongkrong anak muda.

Namun ketika pagi hingga siang hari, suasananya berubah menjadi galeri seni jalanan terbuka yang dipenuhi mural, grafiti, hingga bangunan bersejarah yang sarat nilai budaya.

Kawasan tersebut adalah Kampung Kemlayan, sebuah kampung bersejarah di Kecamatan Serengan yang kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata kreatif di Kota Solo.

Baca juga: Berburu Spot Foto di On The Rock, Gunung Kidul, Yogyakarta, Simak Harga Tiket Terbarunya

Perpaduan antara warisan budaya Keraton Surakarta dengan sentuhan seni modern menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.

Keindahan visual Kampung Kemlayan langsung terasa ketika pengunjung memasuki gang-gang kecil yang dipenuhi mural berwarna-warni. Berbagai lukisan dinding, ilustrasi artistik, hingga kutipan-kutipan inspiratif menghiasi sudut kampung dan menjadikannya lokasi favorit berburu foto maupun konten media sosial.

KAMPUNG KEMLAYAN SOLO - Jejak Kampung Seniman Keraton yang Berubah Jadi Galeri Seni Jalanan. (TribunStyle.com)

Transformasi kawasan ini tidak terjadi begitu saja. Sejak 2018, komunitas kreatif Solo is Solo bersama warga mulai mempercantik lingkungan melalui berbagai karya seni jalanan.

Upaya tersebut berhasil mengubah kawasan permukiman menjadi distrik seni (street art district) yang kini banyak dikunjungi wisatawan maupun pencinta fotografi.

Baca juga: Pasar Triwindu Solo, Destinasi Wajib Pecinta Barang Antik, Banyak Spot Foto Estetik Nuansa Klasik

Selain mural, kawasan ini juga dipenuhi berbagai fasilitas pendukung seperti kafe, kedai kopi, spot photobooth, hingga beragam kuliner khas Solo yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana kampung.

Meski tampil modern, Kampung Kemlayan menyimpan sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perkembangan budaya Keraton Surakarta.Nama Kemlayan berasal dari kata "Mlaya", sebutan bagi para abdi dalem penabuh gamelan atau seniman karawitan di lingkungan Keraton Surakarta.

Pada masa pemerintahan Pakubuwono IV sekitar tahun 1788–1821, kawasan ini dijadikan tempat tinggal para seniman keraton sehingga kemudian dikenal sebagai Kampung Kemlayan atau Desa Kamulyan. Dari kampung inilah lahir sejumlah tokoh seni yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan budaya Indonesia.

Salah satunya adalah Gesang Martohartono, maestro keroncong pencipta lagu legendaris "Bengawan Solo". Sebagai bentuk penghormatan, wajah Gesang kini diabadikan dalam mural berukuran besar yang menjadi salah satu ikon Kampung Kemlayan.

Selain Gesang, kawasan ini juga menjadi tempat berkarya Sardono W. Kusumo, maestro tari kontemporer Indonesia yang mendirikan Mas Don Art Center sebagai ruang kreatif sekaligus pelestarian seni pertunjukan.

Tak hanya itu, Kampung Kemlayan juga dikenal sebagai tempat tinggal tokoh karawitan dan tari tradisional seperti S. Ngaliman Tjondropangrawit serta Mlaya Widada, yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian seni tradisional gaya Surakarta.

Berjalan menyusuri gang-gang sempit Kampung Kemlayan juga menghadirkan pengalaman menikmati arsitektur bersejarah yang masih terawat hingga sekarang.

Salah satu bangunan yang paling menarik perhatian adalah Ndalem Prodjoloekito, rumah cagar budaya bergaya perpaduan Jawa dan Eropa yang dahulu dimiliki arsitek Keraton Surakarta pada masa Pakubuwono X.

KAMPUNG KEMLAYAN SOLO - Jejak Kampung Seniman Keraton yang Berubah Jadi Galeri Seni Jalanan.
KAMPUNG KEMLAYAN SOLO - Jejak Kampung Seniman Keraton yang Berubah Jadi Galeri Seni Jalanan. (TribunStyle.com)

Bangunan tersebut masih mempertahankan berbagai ornamen klasik, lengkap dengan pendapa serta perangkat gamelan yang menjadi bagian dari identitas budaya Jawa.

Di sejumlah sudut kampung, pengunjung juga dapat menemukan rumah-rumah bergaya Indische Empire peninggalan saudagar batik Solo. Bangunan-bangunan tersebut memiliki pilar-pilar besar, jendela tinggi, serta lantai tegel bermotif klasik yang masih memperlihatkan kemegahan arsitektur kolonial pada masa lampau.

Informasi Kampung Kemlayan Solo

  • Lokasi: Kampung Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
  • Akses: Berada di sekitar koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu), mudah dijangkau dari pusat Kota Solo.
  • Harga masuk: Gratis.
  • Waktu terbaik berkunjung: Pagi hingga siang hari untuk menikmati mural dengan pencahayaan alami, atau malam akhir pekan untuk merasakan suasana kawasan yang lebih ramai.
  • Daya tarik utama: Mural dan grafiti estetik, sejarah kampung seniman Keraton Surakarta, rumah cagar budaya, kafe, kuliner, serta spot fotografi.

Perpaduan mural modern dengan bangunan tua inilah yang menciptakan karakter unik Kampung Kemlayan. Dalam satu kawasan, wisatawan dapat menikmati karya seni kontemporer sekaligus menelusuri jejak sejarah perkembangan budaya dan perdagangan Kota Solo.

Kampung Kemlayan menjadi bukti bahwa pelestarian sejarah dapat berjalan berdampingan dengan kreativitas modern. Kampung yang dahulu dikenal sebagai permukiman para seniman Keraton Surakarta kini menjelma menjadi ruang publik yang hidup, memadukan budaya, seni, sejarah, dan pariwisata dalam satu kawasan yang menarik untuk dijelajahi.

(TribunStyle.com /Venessa Shakira/Farah Aulya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.