TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung mencatat ada 592 kecelakaan lalu lintas dari awal Januari 2026 sampai Kamis (25/6/2026).
Dari total jumlah kejadian itu menyebabkan 60 orang meninggal dunia dan 1.163 orang luka ringan.
Selain itu, kecelakaan juga menyebabkan kerugian material berupa kendaraan maupun fasilitas lain mencapai Rp 560,5 juta.
“Harapannya tidak ada lagi tambahan korban jiwa. Karena kita tergolong cukup tinggi,” jelas Kanit Penegakkan Hukum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Armando Satya Putra Pratama.
Baca juga: Perempuan yang Selundupkan Pil Dobel L ke Lapas Blitar Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Data kecelakaan lalu lintas di semester 1 tahun 2025, ada 539 kejadian dengan 80 orang meninggal dunia, dan 949 orang luka ringan.
Dengan demikian angka kejadian lalu lintas di tahun 2026 ini meningkat dibanting semester I tahun lalu.
Namun angka fatalitas atau korban meninggal dunia turun dari 80 menjadi 60 orang.
Penyebab kecelakaan paling umum adalah mengemudi dengan kecepatan tinggi.
“Selain ngebut ada yang karena mengantuk, masuk ke lajur berlawanan, dan mendahului tanpa melihat kondisi lalu lintas dari arah depan,” sambung Armando.
Angka kecelakaan lalu lintas tertinggi ada di Bulan Maret 2026, dengan 105 kejadian dan 10 korban meninggal dunia.
Namun fatalitas tertinggi terjadi di Bulan Mei 2026, dengan 13 orang meninggal dunia.
Total kecelakaan di Bulan Maret 2026 juga mencatatkan kerugian material tertinggi, yaitu Rp 102,5 juta.
“Bulan Maret meningkat karena ada kaitannya arus mudik. Aktivitas masyarakat meningkat,” ungkap Armando.
Baca juga: Warga Sutojayan Blitar Temukan Granat di Lemari Rumah Pensiunan TNI
Data ini diharapkan membuat masyarakat Kabupaten Tulungagung meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas.
Satlantas Polres Tulungagung juga melakukan kampanye keselamatan berlalu lintas, utamanya menyasar pelajar.
Pelajar menjadi strategis, karena banyak yang masih di bawah umur namun mengendarai sepeda motor.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)