Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 654.121 warga telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Hingga saat ini sebanyak 654.121 warga Jakarta Selatan telah mengaktifkan IKD atau mencapai 38,04 persen dari total 1.719.678 warga yang memiliki KTP elektronik di wilayah tersebut," kata Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan, Salimin saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Salimin menjelaskan capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi DKI Jakarta. Dari total 8.066.762 wajib KTP elektronik di DKI Jakarta, sebanyak 2.954.238 warga atau 36,62 persen telah melakukan aktivasi IKD.
Dia mengatakan dalam pelaksanaannya secara internal tidak ada kendala, pihaknya mengaku semakin agresif dan masif melakukan pelayanan baik di loket-loket kelurahan, kecamatan maupun suku dinas.
Adapun layanan aktivasi IKD bisa didaftarkan melalui layanan di kantor kelurahan, kecamatan hingga jemput bola ke lingkungan warga dan sekolah.
Dukcapil Jaksel telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengefektifkan layanan jemput bola di sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya.
"Ada beberapa laporan layanan dari teman-teman di kelurahan dan kecamatan yang melakukan jemput bola untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat," ucapnya.
Salimin menilai aktivasi IKD menjadi sangat penting seiring transformasi layanan administrasi kependudukan menuju sistem digital.
Terlebih, Dukcapil DKI tengah merancang ekosistem layanan digital dengan konsep "Dukcapil dalam Genggaman" melalui aplikasi Alpukat Betawi yang menjadikan IKD sebagai pintu utama untuk mengakses berbagai layanan kependudukan.
"Sebagai kota global dan berbudaya, aktivasi IKD sangat penting. Bagi masyarakat Jakarta yang sangat mobile, keberadaan IKD tentu akan sangat membantu," kata Salimin.





