Kisah Teknisi PLN dari ULTG Kupang yang Menjaga Terang di Pulau Timor
Alfons Nedabang June 26, 2026 04:19 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pernahkah kita bertanya-tanya, siapa yang memastikan lampu di rumah kita tetap menyala saat kita sedang makan malam bersama keluarga, atau ketika anak-anak sedang belajar di malam hari?

Jawabannya sering kali berada di ketinggian puluhan meter di atas tanah. Mereka adalah para petarung langit yang berkejaran dengan angin, bekerja dalam sunyi, dan berjarak hanya sejengkal dari kabel bertegangan tinggi.

Selasa (23/6/2026) pagi, ketika sebagian besar warga Kupang baru saja memulai aktivitas, Tim Pemeliharaan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang sudah bersiap di bawah kaki Tower 86. 

Berdiri kukuh di jalur transmisi 70 kV Maulafa–Naibonat #1, menara ini menjadi saksi misi krusial hari itu: mengganti sebuah isolator pecah pada Fasa R yang terdeteksi saat inspeksi rutin.

Bagi orang awam, satu buah isolator yang retak mungkin terdengar seperti urusan teknis yang sepele. Namun di dunia kelistrikan, retakan sekecil apa pun pada komponen vital ini adalah bom waktu.

 Jika dibiarkan, ia bisa memicu gangguan besar yang berpotensi memadamkan listrik ribuan warga, melumpuhkan roda ekonomi, hingga mengganggu fasilitas publik di Pulau Timor.

Baca juga: PLN ULP Sumba Timur Gandeng Warga Bersihkan Pantai Walakiri

Sebelum pemanjatan dimulai, suasana di bawah menara mendadak khidmat. Briefing keselamatan dilakukan dengan sangat ketat—karena di atas sana, kesalahan sekecil apa pun taruhannya adalah nyawa.

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) benar-benar menjadi harga mati. Jalur listrik dibebaskan, alat pendeteksi tegangan (voltage detector) memastikan area benar-benar aman, dan kabel grounding lokal dipasang.

Setelah seluruh benteng pengaman dipastikan siap, para "pahlawan pencakar langit" ini mulai melangkah naik memanjat menara.

Manager ULTG Kupang, Patricko Valentino Radjah, memandang personelnya dari bawah dengan rasa bangga sekaligus haru. Bagi Patricko, dedikasi tim di lapangan adalah detak jantung dari pelayanan PLN.

“Masyarakat mungkin hanya tahu listrik itu harus selalu menyala. Namun di balik sakelar yang kita tekan di rumah, ada keringat dan keberanian luar biasa dari rekan-rekan di lapangan. Penggantian isolator ini adalah bukti bahwa kami tidak menunggu lampu padam baru bergerak. Kami menjemput potensi gangguan itu agar kenyamanan masyarakat sama sekali tidak terusik,” ungkap Patricko.

Komitmen tanpa lelah di tingkat tapak ini mendapat apresiasi mendalam dari manajemen puncak. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh tim teknis di Tower 86 adalah cerminan dari komitmen besar PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan secara menyeluruh di NTT.

Baca juga: PLN Nyalakan Bantuan Listrik Gratis bagi Warga Kurang Mampu di Kupang

“Apresiasi tertinggi untuk seluruh tim yang telah bekerja dengan profesional, disiplin, dan tanpa kompromi terhadap keselamatan kerja. Pemeliharaan preventif seperti ini adalah kunci utama kami dalam mempertahankan keandalan pasokan energi. Kehadiran listrik yang andal dan aman bukan sekadar tugas operasional, melainkan komitmen tulus kami untuk terus menyinari dan membawa harapan baru bagi kemajuan aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat di seluruh pelosok NTT,” tegas Eko Sulistyono.

Bagi Lazarus Yordan Pickel Mendi, salah satu personel pelaksana yang langsung mengeksekusi perbaikan di puncak menara, pekerjaan ekstrem ini bukan lagi sekadar profesi mencari nafkah, melainkan sebuah pengabdian kepada sesama.

“Ada rasa tanggung jawab yang besar setiap kali kaki saya melangkah naik ke tower. Saya selalu membayangkan rumah-rumah warga, rumah sakit yang butuh listrik tanpa putus, dan para pelaku usaha di Kupang ini. Kami memastikan setiap detail dikerjakan dengan sempurna, karena kami tahu, harapan masyarakat agar Kupang tetap terang ada di pundak kami,” tutur Lazarus sembari tersenyum menyeka keringatnya.

Pekerjaan hari itu ditutup dengan helaan napas lega dan senyum kepuasan setelah seluruh sistem berhasil dinormalkan kembali secara bertahap.

Lewat aksi senyap di atas menara transmisi ini, PLN UPT Kupang dan PLN UIW NTT kembali membuktikan komitmennya: menjaga Pulau Timor tetap benderang, tidak hanya dengan pasokan daya, tetapi juga dengan hati dan dedikasi yang utuh. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.