WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rumah dua lantai milik keluarga Ali Nugroho (44) yang berdiri di bantaran Kali Ciliwung, Jalan Administrasi I, RT 001/RW 07, Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk.
Sebelum ambruk, rumah tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) pagi.
Ali mengatakan, seluruh anggota keluarganya telah mengungsi lebih dulu setelah melihat retakan dan pergeseran tanah yang terus membesar.
Baca juga: Tak Ada Korban Jiwa, Longsor di Bantaran Kali Ciliwung Hancurkan Rumah Warga Bendungan Hilir Jakpus
"Alhamdulillah enggak ada (orang di dalam rumah), karena dari beberapa hari sebelumnya kami sudah mengungsi," kata Ali saat ditemui Wartakotalive.com.
Menurutnya, gejala awal mulai terlihat sejak Kamis (18/6/2026) malam.
Keesokan paginya, tepat pada 19 Juni 2026, tanah di sekitar rumah mulai bergeser hingga menyebabkan bangunan mengalami retakan.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, keluarganya memutuskan meninggalkan rumah pada hari yang sama.
Baca juga: Waspada! 9 Kecamatan di Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor Selama Mei 2026
Ali mengaku sempat melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kelurahan dan pengurus lingkungan.
Namun hingga rumah akhirnya longsor, ia mengaku belum melihat adanya penanganan teknis terhadap potensi longsor di lokasi.
Ia menduga longsor dipicu kombinasi pengerukan Kali Ciliwung yang sedang berlangsung dan beban kendaraan berat yang setiap hari melintas untuk mengangkut sampah di dekat rumahnya.
"Mungkin setelah pengerukan kali tanah jadi bergeser, ditambah truk sampah yang tiap hari lewat, bebannya berat, itu yang saya duga jadi penyebabnya," katanya.
Baca juga: Jalan Putus 3 Tahun akibat Longsor dan Bikin Permukiman Terisolasi, Warga Ngadu ke Wali Kota Depok
Tidak semua barang berhasil diselamatkan.
Sejumlah perabot di lantai dua terpaksa ditinggalkan karena kondisi bangunan sudah terlalu miring dan dikhawatirkan membahayakan.
"Yang di lantai atas, seperti lemari, enggak sempat diambil, kami enggak berani naik lagi karena rumah sudah miring," ujarnya.
Kini, ibu dan saudaranya untuk sementara tinggal di rumah keluarga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Baca juga: Sejumlah Wilayah Jaksel dan Jaktim Rawan Longsor, Warga Diminta Waspada
Ali berharap ada tanggung jawab atas kerugian yang dialami keluarganya.
Meski belum menghitung nilai kerusakan, ia menilai rumah yang dibangun sejak 2004 dan selesai menjadi bangunan dua lantai pada 2006 itu sudah tidak bisa lagi dihuni.
Pantauan Wartakotalive.com, Jumat pukul 14.00 WIB, menunjukkan rumah bercat hijau tersebut telah rata dengan tanah setelah longsor ke arah bantaran Kali Ciliwung.
Garis polisi dipasang mengelilingi area, sementara tumpukan sampah liar yang berada di samping rumah ikut terbawa longsor.
Sebuah ekskavator yang sebelumnya digunakan untuk pengerukan kali masih terlihat berada tidak jauh dari lokasi kejadian. (m27)