M. Ali Ramadhon Siap Dampingi Sriwijaya FC Bangkit di Liga 3
Abdul Hafiz Sripo June 26, 2026 05:50 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Asisten Pelatih Sriwijaya FC musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 M Ali Ramadon menyatakan kesiapannya untuk kembali tetap bergabung mendampingi Laskar Wong Kito.

"Kalaupun memang masih dibutuhkan, Insya Allah siap gabung Sriwijaya FC menjalani di Liga 3 kalau masih dipercaya. Apalagi di situ masih ada Bang David (Presiden Sriwijaya FC Mohammad David)," ungkap Ali, Jumat (26/6/2026). 

M Ali Ramadon yang musim lalu juga dipercaya sebagai Asisten 1 Pelatih EPA Sriwijaya FC U20 menyatakan optimistis Elang Andalas bisa mengikuti jejak Rans United dan Dejan FC.

"Ya semoga kita bisa mengikuti jelan Rans dan Dejan yang hanya semusim menjalani Liga 3 dan langsung promosi kembali ke Liga 2," terang Ali yang menjagokan timnas Argentina di Piala Dunia 2026 ini.

Ali memaparkan hal-hal yang mesti dijalani Sriwijaya FC agar bisa meraih target kembali promosi ke Liga 2 nantinya.

"Salah satunya dengan pemilihan pemain selektif. Kemudian jadwal latihan yang memang full. Faktor-faktor teknis lainnya yang dirasakan kurang musim lalu. Faktor teknis, latihan yang susah lapangan, latihan tidak rutin, pemilihan pemain juga. Kalau kita serius untuk target, ini bisa dipenuhi," pungkasnya. 

Sebelumnya, Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengungkapkan kesedihannya setelah Sriwijaya FC dipastikan turun kasta ke Liga 3 usai menjalani musim buruk di Pegadaian Championship 2025/2026.

“Pastinya sedih, tapi kadang obat itu memang pahit untuk lebih sehat nantinya,” ujar Anggoro. 

Sriwijaya FC, yang pernah menorehkan prestasi double winner dan berlaga di kompetisi Asia, harus menerima kenyataan pahit setelah tidak mampu meraih satu pun kemenangan dari 27 pertandingan.

Sepanjang musim, Laskar Wong Kito hanya mengoleksi dua poin hasil dari dua kali imbang dan 25 kekalahan, sehingga menjadi dasar utama degradasi ke Liga 3.

Anggoro menyebut kondisi tim saat ini sebagai yang terburuk sepanjang sejarah klub, baik dari sisi prestasi maupun finansial.

“Kondisinya memang sudah lama sakit, kronis. Dari sisi finansial dan sponsor ini yang terburuk, akhirnya berimplikasi ke prestasi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama kompetisi berjalan, manajemen harus berjuang sendiri setelah sejumlah pihak mundur dari kepengurusan, termasuk komisaris utama.

• Dua Pemain Sumsel United Ikuti Seleksi Timnas U-20 Indonesia di Yogyakarta

Meski menghadapi berbagai tekanan, Anggoro mengaku tetap bertahan hingga kompetisi selesai demi tanggung jawab terhadap klub kebanggaan Sumatera Selatan tersebut.

“Semua demi Sriwijaya FC,” katanya.

Di tengah keterpurukan, ia tetap memberikan apresiasi kepada pelatih dan pemain yang masih berjuang hingga akhir musim meski terus mengalami kekalahan.

“Meski begitu, kita apresiasi pelatih dan pemain yang tetap semangat sampai kompetisi selesai,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.