Berhari-hari Ngantre Solar, Sopir Truk Pasir di Lumajang Kehilangan Penghasilan Rp 400 Ribu
Januar June 26, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM,LUMAJANG- Langkanya BBM memang membuat banyak pihak ikut terdampak.

Tidak terkecuali dampak itu berupa kehilangan penghasilan.

Wahyudi, sopir truk asal Pasirian rela menempuh jarak puluhan kilometer menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sukodono Kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk berburu bio solar, Jumat (26/6/2026).

Sopir truk pasir asal Kecamatan Pasirian Lumajang ini sudah dua hari ini tidak bekerja, sebab solar di tangki kendaraannya sudah menipis karena stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi sulit.

Wahyudi mengaku kemarin sempat cari solar di SPBU Pasirian Lumajang, tetapi disana barangnya tidak ada, sehingga harus pulang dengan tangan kosong.

"Kosong disana, jadi cari kesini. Barusan saya di sana (SPBU Pasirian) sudah habis. Sekarang baru sampai di sini, antre panjang juga," ujarnya.

Baca juga: Selama 2 Hari Warga Bangkalan Kelimpungan karena BBM Langka, Berangkat Pagi Masih Terjebak Antrean

Kondisi ini sangat mengakibatkan sopir truk tidak bisa mengangkut pasir. Wahyudi mengaku kehilangan pendapatan harian sebesar Rp 400 ribu karena waktunya habis untuk cari BBM kendaraan.

"Sudah dua hari ini tidak ngangkut, biasnya sehari bisa dapat Rp 200 ribu, ini sudah dua hari berarti ada Rp 400 ribu pendapatan hilang gara-gara antre solar," imbuhnya.

Wahyudi hanya berharap pasokan BBM subsidi di Lumajang kembali normal, agar aktifitas persupiran truk pasir tidak terhambat seperti ini.

"Kalau ini (pengisian solar) lancar, mudah mudahan lancar juga (pengiriman sopir)," tuturnya.

Pertamina Patra Niaga Mitigasi Prioritas Pengiriman di Jawa Timur


Menanggapi keluhan masyarakat di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim) terkait antrean BBM subsidi produk Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU, Pertamina Patra Niaga telah melaksanakan upaya mitigasi sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan jual. 

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, sebagai informasi per bulan Juni ini realisasi di Jatim untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite.

"Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat", kata Ahad, Jumat (26/6/2026).

Selanjutnya Ahad menyampaikan, Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point dan juga alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran. 

"Sebagai upaya mendorong percepatan penyaluran, per Jumat (26/6/2026), juga telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat," jelas Ahad.

Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi. "Dengan segala mitigasi ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal", ujar Ahad.

Pertamina Patra Niaga masif laksanakan monitoring berkala terkait pasokan dan distribusi di lapangan dan terus mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ahad juga menegaskan, untuk dipahami bersama, kuota ini berbeda dengan stok. 

"Kuota adalah jumlah volume dalam Liter yang ditugaskan disalurkan oleh Pemerintah untuk disalurkan ke masyarakat melalui Pertamina. Stok adalah ketersediaan barangnya," tegas Ahad.

Kuota diberikan untuk setahun mulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Des 2026. Pertamina berupaya sampai dengan akhir tahun kuota tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk stok produk biosolar ada dan tersedia. Pertamina Patra Niaga pastikan pemenuhan kebutuhan BBM subsidi di seluruh kabupaten kota wilayah Jatim aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. 

Penyaluran BBM subsidi dipastikan sesuai peruntukan sebagaimana ditetapkan  pemerintah, kuota, dan titik layanan jual yang telah ditetapkan," pungkas Ahad.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.