TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Patahudding resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Muhammad Rudi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu, Jumat (26/6/2026).
Pelantikan itu berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Kecamatan Belopa
Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta para camat.
Dalam sambutannya, Patahudding menegaskan jabatan Sekretaris Daerah merupakan motor penggerak birokrasi yang menentukan efektivitas jalannya pemerintahan.
"Pelantikan Sekretaris Daerah hari ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi amanah besar untuk menggerakkan roda pemerintahan daerah. Sekretaris daerah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak birokrasi, koordinator perangkat daerah, sekaligus memastikan seluruh kebijakan pemerintah berjalan efektif, efisien, dan akuntabel," bebernya di hadapan tamu undangan, Jumat (26/6/2026) siang.
Menurut Patahudding, Kabupaten Luwu kini memasuki fase penting pembangunan.
Pemerintah menetapkan visi Luwu Unggul, Berkarakter, dan Berbasis Agribisnis.
Untuk mewujudkannya, kata Patahudding, dibutuhkan kolaborasi, inovasi, serta birokrasi yang mampu bekerja cepat dan terintegrasi.
Ia menyebut sejumlah prioritas pembangunan daerah meliputi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Termasuk pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing, pengembangan sektor agribisnis, pemerataan infrastruktur, penguatan desa mandiri, hingga pelestarian lingkungan hidup.
Karena itu, Muhammad Rudi diminta mampu mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah agar bergerak dalam satu arah pembangunan.
"Saya berharap saudara Sekretaris Daerah mampu mengorkestrasi seluruh perangkat daerah agar bergerak dalam satu irama pembangunan. Jadikan birokrasi Kabupaten Luwu sebagai birokrasi yang profesional, adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil," tegasnya.
Patahudding juga menekankan pentingnya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif.
Orang nomor satu di Bumi Sawerigading itu meminta pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan.
"Sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan sektor agribisnis sebagai kekuatan utama ekonomi Kabupaten Luwu," akunya.
Di hadapan seluruh aparatur sipil negara (ASN), ia mengajak seluruh jajaran Pemkab Luwu memberikan dukungan penuh kepada Sekda yang baru.
"Hilangkan ego sektoral, perkuat sinergi, bangun budaya kerja yang kolaboratif, serta utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan," katanya.
Kepada Muhammad Rudi, Patahudding juga berpesan agar senantiasa menjaga integritas dan menjadi teladan bagi aparatur.
"Juga membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan pemerintahan yang profesional dan melayani masyarakat," tandasnya.
Diketahui, empat pejabat yang mengikuti lelang jabatan Sekda yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Luwu, Achmad Awwabin, Kepala Badan Kesbangpol Luwu Enrika, Sekretaris DPRD Luwu Kasmuddin, serta Kepala DPMPTSP Luwu yang juga Penjabat Sekda Luwu, Muhammad Rudi.
Nantinya hanya tiga orang yang akan lolos ke tahap akhir sebelum dipilih kepala daerah.
Proses seleksi dimulai dengan uji kompetensi dan asesmen yang berlangsung di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar.
"Setelah pelaksanaan uji kompetensi dan asessment, mengerucut menjadi tiga nama. Bu Enrika dan Pak Kasmuddin," jelas Kepala BKPSDM Luwu, Arsyad.
Ia mengaku, PPK diberikan kepercayaan untuk menyaring figur yang sesuai sebelum diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
"Yang memilih satu nama dari tiga besar nama yanh terpilih kemudian diusulkan ke gubernur untuk mendapat persetujuan," katanya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana