Pemuda Katolik Papua Teken Komitmen Gerakan SI SALI, Siap Dukung Imunisasi Anak hingga Pelosok
Astini Mega Sari June 26, 2026 06:29 PM


Laporan wartawan Tribun-Papua.com Yulianus Magai 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua mewakili unsur pemuda dalam penandatanganan surat kesepakatan pembentukan Gerakan SI SALI (Semua Ikut Selamatkan Anak, Lengkapi Imunisasi) sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat pelaksanaan program imunisasi bagi anak-anak di Papua.

Penandatanganan komitmen tersebut berlangsung pada Forum Advokasi Lintas Sektor Pembentukan Gerakan SI SALI yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua bekerja sama dengan UNICEF Indonesia di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (26/6/2026).

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPR Papua, tokoh adat, tokoh agama, organisasi profesi, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan pemuda untuk menyatukan komitmen dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Papua.

Baca juga: UNICEF dan Dinkes Papua Luncurkan Gerakan Si SALI, Ajak Semua Pihak Selamatkan Anak Lewat Imunisasi

Perwakilan Pemuda Katolik Komda Papua, Elias Gobay, mengatakan penandatanganan surat kesepakatan tersebut menjadi simbol kesiapan pemuda Papua untuk turut mengawal keberhasilan program imunisasi di daerah.

"Gerakan SI SALI bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat. Pemuda Papua siap menjadi bagian dari edukasi, advokasi, dan penggerak di tengah masyarakat agar setiap anak memperoleh haknya atas imunisasi," ujar Elias.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sekaligus membantu menjangkau anak-anak yang selama ini belum mendapatkan layanan imunisasi.

Sementara itu, Gubernur Papua Mathius Fakhiri dalam sambutannya di acara tersebut, menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar program kesehatan, tetapi merupakan investasi kemanusiaan untuk melindungi masa depan generasi Papua dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi setiap anak.

Baca juga: Elia Tabuni: Imunisasi Harus Jadi Program Prioritas demi Wujudkan Anak Papua Sehat

Perwakilan UNICEF Indonesia, Veera Mendonca, mengatakan Papua masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

Hingga saat ini, hanya satu dari sembilan kabupaten/kota di Papua yang telah mencapai target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Menurutnya, Papua memiliki peran strategis sebagai garis depan pengendalian polio di Indonesia sehingga diperlukan kolaborasi semua pihak agar tidak ada satu pun anak yang kehilangan hak memperoleh imunisasi.

Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Papua, target sasaran imunisasi pada 2026 mencapai 39.386 anak, terdiri atas 19.986 bayi baru lahir dan 19.400 surviving infant.

Dalam forum ini dibahwa juga kondisi anak Zero Dose, laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), hingga strategi percepatan layanan imunisasi di seluruh kabupaten dan kota di Papua.

Forum tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya pencanangan Gerakan SI SALI, pembentukan kelompok kerja (pokja), penyusunan rencana aksi tingkat provinsi, penguatan regulasi, serta replikasi gerakan hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua.

Melalui Gerakan SI SALI, Pemerintah Provinsi Papua bersama seluruh mitra pembangunan berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat guna meningkatkan cakupan imunisasi, menurunkan jumlah anak Zero Dose, mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta mewujudkan generasi Papua yang sehat, kuat, dan berkualitas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.