Dusun 8 Sungai Kepayang Belum Merdeka, Tak Rasakan Infrastruktur dan Listrik
TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Sang Surya perlahan mulai gugur di ufuk barat, senja perlahan menghitam mengiringi suara jangkring yang bersahutan silih berganti.
Di Dusun delapan, Desa Pertahanan, Sri Kepayang Kabupaten Asahan hening tanpa riuh suara ponsel yang biasa di dengar di rumah-rumah perkotaan.
Tidak ada televisi, mesin penanak nasi, hingga lemari pendingin, puluhan rumah berdinding papan, beralaskan tanah terlihat gelap.
Hanya sinar merah keemasan lampu obor buatan tangan dari botol minuman kaca menemani anak-anak mengaji dan belajar mengerjakan tugas sekolah.
Meski dalam keterbatasan, semangat belajar tiga orang anak ini terlihat tak kalah dengan anak-anak lain yang memiliki fasilitas penerangan.
Sejak puluhan tahun, kampung yang diisi kurang lebih 120 jiwa ini tidak pernah tersentuh pembangunan, baik infrastruktur, maupun fasilitas negara.
Padahal, jarak antara kampung ke Pusat Pemerintahan Kecamatan, hanya berjarak tiga kilometer saja.
Masyarakat Desa Pertahanan hanya bisa berangan-angan adanya aliran listrik yang masuk ke perkampungan mereka.
Tidak sedikit warga yang memilih pindah keluar kampung hanya untuk mendapatkan aliran listrik dan infrastruktur yang layak.
"Kami sangat berharap, dari saya kecil sampai sekarang tidak pernah merasakan adanya aliran listrik. Saya kepingin merasakan aliran listrik masuk ke kampung kami, walaupun saya merasakannya hanya sebentar," kata seorang pria Nazzarudin Nasution.
Nazar Mulyono, kepala dusun mengaku, sudah berulang kali memohon dan diusulkan melalui pemerintah desa agar aliran listrik bisa masuk ke kampungnya.
Namun, permintaan itu tidak pernah terealisasi dan hanya diberikan harapan palsu.
"Bapak Prabowo, kami mohon, supaya kami diberi listrik. Karena kami tidak jauh dari Kecamatan. Karena cuma tiga kilometer kami dari kecamatan," terangnya.
Harapan besar dari warga bisa merasakan adanya aliran listrik agar dapat merasakan fasilitas negara yang sama dengan warga lainnya.
"Kami tidak jauh dari tiang listrik terakhir untuk masuk ke kampung kami. Pihak PLN hanya berjanji-janji saja, tahun ini, bulan depan, tahun depan, tapi tidak ada," katanya.
Harapan masyarakat Dusun Delapan, Desa Pertahanan, Sei Kepayang, Kabupaten Asahan mendapatkan angin segar setelah PLN usulkan pembangunan aliran listrik dalam anggaran 2026.
Rencananya, pembangunan jaringan listrik ini diperkirakan akan terlaksana pada akhir tahun 2026 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Super Visor Survei Jaringan PLN ULP Tanjungbalai, Mudawi Nuthri.
"Kami melakukan pencarian atau titik-titik penggambaran jaringan. Nanti setelah selesai, kami akan usulkan ke Rantau Prapat sembari menunggu prosesnya dan hasilnya," kata Super Visor Survei Jaringan PLN ULP Tanjungbalai, Mudawi Nuthri.
Ia berharap, proses ini turut dikawal bersama agar berjalan dengan baik dan terealisasi. Sementara itu, Anggota DPRD Sumut Fraksi Nasdem, Samiun Sembara Marpaung mengaku akan terus mengawal pemasangan aliran listrik untuk masyarakat ini.
"Kami bersama Miftah Majid, anggota DPRD Kabupaten Asahan terpanggil untuk melihat langsung kondisi yang ada di sini," kata Samiun Sembara Marpaung.
Ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan PLN untuk pembangunan jaringan listrik terhadap warga Dusun Delapan, Desa Pertahanan.
"Sudah berkoordinasi dengan PLN, dan mereka memang sudah memprioritaskan di akhir tahun setidaknya harus sudah ada pembangunan," katanya.
Ia juga mengaku akan mengawal sampai aliran listrik bisa masuk ke Dusun Delapan hingga masyarakat bisa merasakan listrik sebagaimana masyarakat lainnya.
(cr2/tribun-medan.com)