TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Tiga jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tertunda kepulangannya ke tanah air, karena menjalani perawatan di rumah sakit di Madinah, Arab Saudi, sehingga belum diizinkan mengikuti penerbangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan, mengatakan dua jemaah dari Kloter 99 masih menjalani observasi medis, sehingga belum dapat dipastikan mampu melakukan perjalanan udara.
"Di Kloter 99 ada dua orang, namanya Pak Badhowi dan Sumaris, masih didiagnosa di sana (Madinah), jadi masih belum ikut kloter kami. Masih tertahan di sana," ujarnya.
Menurut Umar Hasan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Madinah, kedua jemaah tersebut diperkirakan membutuhkan perawatan selama satu hingga dua hari sebelum dinyatakan layak terbang. Setelah kondisinya membaik, keduanya akan dipulangkan bersama rombongan kloter terakhir.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Bondowoso Meninggal di Makkah, Sempat Dirawat Intensif di RS Al Noor
"Mereka mengalami gejala hyponatremi, tapi jemaah ini masih kategori risiko tinggi ringan. Rata-rata sudah usia lansia. Mudah-mudahan segera sembuh secepatnya," katanya.
Selain itu, satu jemaah dari Kloter 100 juga diperkirakan belum bisa kembali ke Indonesia sesuai jadwal, karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kloter 100 ada jemaah atas nama Pak Mauhakam harus dirawat inap karena serangan stroke. Sekarang kondisinya sudah stabil meskipun belum dipindah di ruang ICU," jelas Umar Hasan.
Sementara itu, kondisi beberapa jemaah lain dilaporkan membaik. Fadhol, yang sebelumnya menjalani perawatan akibat gangguan jantung, kini telah kembali ke hotel dan dinyatakan cukup sehat untuk mengikuti penerbangan ke Indonesia.
Baca juga: Persebaya Rayakan Haji Jadi Ke-99 dengan Semangat Persebaya untuk Semua
Dua jemaah lainnya, yakni Bu Amsi dan Pak Sugianto, juga sempat mendapat pengawasan medis karena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan lambung. Namun, keduanya telah dinyatakan layak untuk pulang.
"Kemudian ada dua orang atas nama Bu Amsi dan Pak Sugianto dalam pengawasan dokter di rawat inap. Karena penyakit jantung, tekanan darah dan lambung. Tapi alhamdulillah dinyatakan sehat," bebernya.
Di Kloter 98, seorang jemaah bernama Pak Narto juga baru keluar dari rumah sakit. Meski kondisinya masih rentan, dokter merekomendasikan yang bersangkutan tetap dapat melakukan perjalanan udara dengan pendampingan khusus.
"Atas nama Pak Narto, cuma nanti di Embarkasi Haji Surabaya harus disiapkan mobil ambulans. Jadi penjemputan dari Lumajang harus membawa ambulans ke sana, itu saja," ucap Umar Hasan.
Untuk Kloter 101 yang merupakan rombongan terakhir jemaah haji asal Lumajang, Umar Hasan mengaku belum menerima laporan terbaru mengenai kondisi kesehatan para jemaah.
"Jadi datanya juga bisa berubah. Kadang jemaah yang dinyatakan tidak layak untuk terbang, tahu-tahu sudah ikut rombongan jemaah," tambahnya.