TRIBUNNEWS.COM - Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mendapatkan gempuran pertanyaan di awal-awal soal status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Namun Infantino menjawab itu dengan penuh keyakinan dan ketegasan tinggi.
Dirinya sama sekali tak menyesal memberikan status tuan rumah kepada Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menggelar Piala Dunia 2026 kali ini.
"Saya tidak menyesali apapun," kata Infantino dikutip dari Sowetan News.
Terbukti, sempat ada kendala dalam beberapa urusan di Piala Dunia kali ini.
Bahkan hal itu juga menjadi sorotan para penggemar secara umum.
"Piala Dunia sekarang ini yang lebih mengganggu lebih ke arah sikap Amerikat sendiri ya sebagai tuan rumah," kata Arnan Binafsihi, Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Matematika Belanda di Piala Dunia 2026, Jalan Terjal Menghapus Status Raja Tanpa Mahkota
Infantino tak akan berkata sebagaimana pernyataannya di atas dengan tanpa alasan.
Ia membanggakan catatan pengalaman beruntun yang dimiliki.
Dirinya sudah tak asing untuk terlibat dalam gelaran turnamen-turnamen besar.
Pria asal Italia ini sama sekali tak risau menghadapi berbagai gempuran yang ada menjelang dan saat Piala Dunia berlangsung.
"Saya telah terlibat dalam turnamen seperti ini selama 30 lebih saat saya berada di UEFA dan FIFA," ucap Infantino.
"Saya terbiasa menghadapi situasi-situasi semacam ini. Selalu akan ada isu besar dan kecil."
"Beberapa isu datang dari Amerika Serikat, sebagian dari Meksiko juga."
"Namun kami menanganinya dengan semangat positif. Kami mungkin tidak bisa mengentaskan semua itu, tetapi kami mencoba yang terbaik," paparnya.
Kerja keras FIFA ini terbayar dengan sebuah rekor baru yang tercipta di Piala Dunia 2026.
Pada pertandingan antara Ekuador dan Jerman, FIFA menampilkan sebuah pengumuman di papan video di dalam stadion.
Mereka menampilkan deretan angka yang menjadi rekor baru jumlah kehadiran penonton di stadion selama Piala Dunia 2026.
Dalam edisi kali ini, sebanyak 3,6 juta penonton sudah hadir langsung di stadion.
Jumlah ini melampaui rekor yang sebelumnya juga dipegang oleh Amerika Serikat ketika menyelenggarakan Piala Dunia 1994 silam.
Padahal Piala Dunia tahun ini baru memainkan sekitar 55 pertandingan dari total 104 laga yang akan tersaji.
Bisa dipastikan jumlah penonton yang hadir langsung di stadion akan terus bertambah nantinya.
Antusiasme penggemar juga pastinya akan lebih meningkat dengan fase turnamen yang semakin mendekati akhir.
Babak knockout akan menghadirkan adrenaline yang berbeda bagi penggemar dan para pemain tentunya.
Sekali saja menelan kekalahan, langkah tim kesayangan bisa langsung terhenti dan mengubur mimpi mendapatkan gelar yang diimpikan.
Untuk itu, dukungan dari penggemar fanatik akan menambah semangat para pemain yang berjuang di atas lapangan demi negara masing-masing.
(Tribunnews.com/Guruh)