Massa Demonstran Rusak Pagar Grahadi, Polrestabes Surabaya Pukul Mundur Massa
Dyan Rekohadi June 26, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  – Eskalasi aksi demonstrasi bertajuk "Indonesia Sekarat" yang digelorakan ratusan massa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya berakhir ricuh, Jumat (26/6/2026) malam ini.

Para pengunjuk rasa nekat merusak fasilitas publik secara brutal.

Ketegangan memuncak saat sekelompok oknum massa mulai bertindak anarkis dengan merobohkan pagar pembatas pertahanan.

Akibatnya, aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mengerahkan armada kendaraan taktis guna membubarkan kerumunan massa yang kian tidak terkendali.

Baca juga: Demo Indonesia Sekarat di Gedung Grahadi Surabaya Ricuh, Massa Rusak Pagar Bangunan Sisi Barat

 

Pagar Grahadi Hancur Diamuk Massa


Pagar sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mengalami kerusakan usai menjadi sasaran lempar dan aksi perusakan oleh massa demonstrasi yang menyerukan Indonesia Sekarat, Jumat (26/6/2026) malam.

Balok pagar yang dirusak itu kemudian digunakan untuk melempari petugas dan aparat yang bersiaga melakukan pengamanan dari dalam Gedung Negara Grahadi sejak sore.

Tak hanya balok pagar yang dilempar, namun, massa aksi melempar batu, botol air minum hingga petasan ke arah petugas.

Selain itu, tampak kotak lampu berlogo Pemprov Jatim dan juga Gerbang Baru Nusantara yang ada di atas pagar sisi barat Grahadi juga tampak rusak dan pecah.

Baca juga: Ratusan Massa Gelar Aksi Indonesia Sekarat di Depan Gedung Grahadi Surabaya

 

Polisi Pukul Mundur Demonstrans

Melihat kondisi yang mulai memanas, jajaran aparat dari Polrestabes Surabaya memberi komando untuk mulai memukul mundur massa aksi.

Kendaraan taktis atau rantis dari sisi timur mulai bergerak lengkap dengan barikade ratusan polisi dikerahkan untuk memukul mundur massa aksi ke arah Jalan Pemuda.

Massa aksi baru bisa dipukul mundur sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Kondisi Terkini Demo Warga Surabaya 031 Melawan Depan Grahadi, Kritisi MBG dan Kenaikan BBM

 

Suara Pedagang Kecil dan Rentetan Tuntutan


Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang diikuti kelompok massa yang menamakan diri Warga Surabaya Turun Jalan 031 Melawan menggelar aksi sejak sore hari.

Septia Rahma, Jubir Front Anti Kapitalisme menegaskan bahwa aksi hari ini adalah perpanjangan dari perlawanan Kota Surabaya.

“Seperti yang kita lihat per hari ini apa-apa mahal. Terus bahan pokok juga naik. Itu juga yang dikeluhkan oleh saya selaku pengusaha UMKM juga, yang merasa bahwa memang banyak sekali bahan pokok yang naik. Yang kemudian dikeluhkan oleh customer-customer saya. Itu representasi dari saya sendiri selaku pedagang kecil,” tegasnya.

Untuk itu, aksi ini adalah bentuk aksi untuk memperpanjang nafas perlawanan yang ada di Kota Surabaya.

Ada 11 tuntutan yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa yang mengusung tagar Indonesia Sekarat ini.

Tuntutan pertama adalah turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Kedua hentikan program MBG dan koperasi Desa Merah Putih.

Ketiga cabut undang-undang Polri dan TNI.

Keempat adalah ciptakan lapangan kerja layak

Kelima, bubarkan komando teritorial serta hentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.

Tuntutan keenam adalah hentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land.

Ketujuh;  bebaskan seluruh tahanan politik dan pulihkan nama baik mereka, salah satunya Komar di Surabaya.

Kedelapan, prioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan karena sampai sekarang yang pemerintah fokuskan selalu soal MBG dan selalu soal undang-undang Polri dan undang-undang TNI yang tujuannya hanya menggendutkan mereka yang sudah gendut perutnya

Kesembilan, ciptakan dan perbanyak transportasi umum yang layak inklusif dan gratis,” imbuhnya.

Untuk tuntutan ke-10, mereka mendesak pembubaran parlemen dan membangun kuasa rakyat.

Tumntutan ke-11;  meminta agar mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.