Warga Cihideung Kota Tasikmalaya Keluhkan Saluran Air Mengering dan Berbau
Machmud Mubarok June 26, 2026 09:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Hampir dua minggu saluran air mengering tepatnya di Kampung Cieunteung Babakan, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026).

Kondisi ini dipicu karena di bulan Juni curah hujan minim hingga menyebabkan saluran air mengering dan menyebabkan bau tidak sedap.

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga memicu berbagai keluhan warga di lingkungan sekitar dan menjadi sumber nyamuk bersarang.

Salah satu warga setempat Murjito mengatakan, memang dalam beberapa Minggu ini salur air sudah kering hingga menyebabkan bau tidak sedap.

Bahkan sebelumnya selokan ini masih dialiri air meski debitnya tidak terlalu besar. Namun, minimnya curah hujan mengakibatkan aliran air perlahan menyusut hingga akhirnya mengering. 

"Selain bau, jadi banyak nyamuk, sampah juga berceceran di saluran air tersebut," ungkap Murjito kepada TribunPriangan.com, Jumat.

Baca juga: Hujan 30 Menit, Saluran Air Simpang Tiga Cempaka Warna Kota Tasikmalaya Meluap 

Baca juga: BPBD Kota Tasikmalaya Bongkar Tiga Titik Beton Yang Melintang di Saluran Air

Untuk mengatasinya, dirinya menaburkan garam ke dalam sumur sebagai upaya sementara untuk mengurangi bau pada air.

"Air sumur di rumah saya juga jadi bau, padahal sumur bor. Saya taburkan garam supaya tidak terlalu bau," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Rino Isa Muharam, mengungkapkan kondisi saluran ini merupakan dampak berkurangnya debit air pada sumber pengairan. 

Untuk volume aliran yang didistribusikan ke jaringan irigasi mengalami penurunan sehingga di beberapa titik saluran mulai mengering.

"Memang untuk volume air dari jaringan irigasi juga menurun, makanya beberapa titik saluran ikut terdampak," ungkap Rino.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.