Silaturahmi Akbar Relawan MBG Ciamis Dukung Keberlanjutan Program Strategis Nasional
Machmud Mubarok June 26, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi ribuan warga. 

Di Kabupaten Ciamis, relawan MBG mengklaim program tersebut telah menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur hingga distribusi makanan.

Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Silaturahmi Akbar Relawan MBG Ciamis, H. Samsul Romli Al-Khumaeni, saat kegiatan silaturahmi yang dihadiri para relawan dan pengelola dapur MBG di Alun-alun Ciamis, Jumat (26/6/2026).

Menurut Samsul, program strategis nasional tersebut memberikan dampak luas bagi masyarakat, terutama sektor pertanian, peternakan, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Dapur MBG selama ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Selain membantu sektor pertanian dan peternakan, program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Di Ciamis saja relawan yang terlibat mencapai lebih dari 8.000 orang,” ujar Samsul.

Baca juga: Ribuan Relawan SPPG Tasikmalaya Demo Kepung Setda, Desak Program MBG Tetap Jalan

Baca juga: Relawan SPPG Kabupaten Tasikmalaya Gelar Demo, Minta Program MBG Dilanjutkan

Ia mengatakan, dukungan terhadap program MBG terus mengalir dari para relawan yang menilai program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Karena itu, pihaknya berkomitmen mengawal keberlangsungan program tersebut.

“Mungkin ada pihak yang menolak, tetapi kami sebagai relawan mendukung penuh program ini. Apa pun risikonya akan kami dukung dan kawal,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Samsul juga menyoroti adanya sejumlah dapur MBG yang mengalami penghentian operasional. 

Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat delapan dapur di Ciamis yang ditutup permanen.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap para relawan dan pekerja yang selama ini menggantungkan pekerjaan dari operasional dapur MBG.

“Yang kami ketahui sementara ada delapan dapur yang ditutup permanen. Kami berharap dapur-dapur yang ditutup atau disuspensi bisa dibuka kembali setelah proses evaluasi selesai. Karena dampaknya juga dirasakan para relawan dan tenaga kerja,” ungkapnya.

Samsul menambahkan, kegiatan Silaturahmi Akbar Relawan MBG dihadiri lebih dari 100 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Ciamis. 

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 161 dapur yang sudah aktif melayani penerima manfaat.

Ia berharap jumlah dapur MBG di Ciamis terus bertambah seiring masih besarnya jumlah kelompok penerima manfaat yang harus dilayani.

“Dapur yang ada sekarang belum sepenuhnya bisa mengakomodasi seluruh penerima manfaat. Harapannya ke depan jumlah dapur bertambah sehingga pelayanan bisa lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program MBG karena melibatkan banyak pihak dalam rantai ekonomi, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja yang bertugas di dapur MBG.

“Program ini melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, penerima manfaat, UMKM, pekerja, sampai relawan yang bertugas di SPPG. Ke depan tentu pemerintah akan memikirkan bagaimana keberlanjutan program ini,” ujar Andang.

Menurutnya, salah satu harapan dari pelaksanaan MBG adalah meningkatnya keterlibatan pelaku usaha lokal dan petani dalam penyediaan bahan pangan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Harapannya terjadi keterlibatan petani, dunia usaha dan pasar. Tinggal bagaimana kita terus memperbaiki sistemnya sehingga semua pihak terlibat dan merasakan manfaatnya, sementara anak-anak juga mendapatkan asupan gizi yang baik,” katanya.

Terkait kualitas gizi makanan yang disalurkan, Andang menjelaskan setiap dapur MBG telah didampingi tenaga ahli gizi yang bertugas memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan standar kebutuhan penerima manfaat.

“Di SPPG ada tenaga ahli gizi yang akan melihat dan menentukan komposisi makanan yang diberikan. Nanti perkembangan dan hasilnya juga akan dievaluasi,” ucapnya.

Andang menambahkan, sektor peternakan ayam dan telur di Ciamis juga menjadi salah satu sektor yang berpotensi mendapatkan manfaat dari program MBG. 


Meski demikian, kebutuhan telur di Ciamis hingga saat ini masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi lokal.

“Penggunaan ayam dan telur cukup besar karena hampir setiap hari digunakan. Namun untuk telur, kebutuhan kita memang masih belum mencukupi dari produksi yang ada,” katanya(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.