Tradisi Kirab dan Jamasan Pusaka Nganjuk Bakal Masuk Kalender Event Budaya Jawa Timur
Rendy Nicko June 26, 2026 10:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Tradisi kirab dan jamasan pusaka masyarakat adat Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, bakal masuk kalender event kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur. 

Rencana itu pun juga sudah mendapat lampu hijau untuk direalisasikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasar.

Kala prosesi jamasan pusaka dihelat, Evy hadir langsung di lokasi, Jumat (26/4/2026). 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo mengatakan kalender event Jawa Timur akan memperluas informasi mengenai kirab dan jamasan pusaka masyarakat adat Desa Ngliman. 

Baca juga: Melihat dari Dekat Tradisi Sakral Jamasan Pusaka Kyai Ageng Aliman di Nganjuk

Dengan begitu, tradisi luhur tersebut bisa menarik minat wisatawan lebih banyak. 

"Bu Kadisbudpar Jatim mempersilakan nanti kirab dan jasaman pusaka ini dimasukkan ke agenda wisata provinsi. Sedangkan proyeksi kami menjadi satu rangkaian dengan kegiatan pemerintah daerah," katanya. 

Ia melanjutkan, selain itu, di kesempatan yang sama, pihak desa mengusulkan Gedong Pusaka menjadi cagar budaya. 

Gedong Pusaka merupakan tempat pusaka Kyai Ageng Ngaliman disimpan. 

"Gedong Pusaka ini konon ada hampir bersamaan dengan makam Mbah Ngaliman (Kyai Ageng Ngaliman) Gedung Kulon dan Gedung Wetan, sebelum adanya pemerintahan Desa Ngliman," lanjutnya. 

Ia menjelaskan rangkaian kirab dan jamasan pusaka ini. Kemarin, Kamis (25/6/2026) malam, prosesi itu dimulai dengan kirab pusaka. 

Ada enam pusaka yang dikirab keliling Desa Ngliman, yakni Kyai Kembar, Kyai Bondan, Kyai Jogotruno, Kyai Bethik, Raden Panji, dan Nyai Dukun. 

"Bupati dan Wabup Nganjuk hadir dalam kirab kemarin. Kemudian hari ini lanjut jamasan. Usai jamasan, pusaka akan dimasukan lagi ke Gedong Pusaka," jelasnya. 

Gunawan mengungkapkan, kegiatan ini menjadi rangkaian acara prosesi Siraman Sedudo. 

Prosesi Siraman Sedudo digelar Minggu (28/6/2026). 

Baca juga: Power Metal Jadi Penutup Distorsi, Pertunjukan Musik Rock dan Metal di GOR Lembupeteng Tulungagung 

"Kegiatan berlangsung berkat dukungan penuh dari masyarakat Desa Ngliman," paparnya. 

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngliman, Agus Predi menyatakan tradisi ini sudah berlangsung sejak dahulu kala dan lestari hingga sekarang. 

Tujuan acara ini dilaksanakan, untuk leluhuri leluhur, penghormatan leluhur, dan wujud syukur warga Desa Ngliman. 

"Tradisi ini sudah berlangsung berapa lama? Kami tidak tahu pasti. Kita meneruskan leluhur. Yang jelas dari dulu tak pernah terputus agenda ini bertahun-tahun tetap kita laksanakan," tutupnya. 

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.