TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Presiden Prabowo Subianto keceplosan mengucap "ndasmu" di tengah pidato di Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVVII di Gorontalo beberapa waktu lalu. Ucapan Presiden Prabowo tersebut disambut tawa dan menjadi viral.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi mengatakan ucapan "ndasmu" yang terlontar dianggap keceplosan yang manusiawi. Namun, jika dilihat melalui lensa etika deontologi, ucapan tersebut menjadi jauh lebih dalam.
"Etika deontologi mengajarkan bahwa kebenaran suatu tindakan bukan diukur dari niat baik atau akibatnya, melainkan dari kewajiban moral yang harus dipenuhi. Seperti yang diajarkan Immanuel Kant, ada imperatif kategoris, aturan mutlak yang berlaku universal, tanpa pengecualian," katanya, Jumat (26/6/2026).
"Bagi seorang Presiden Republik Indonesia, kewajiban itu sangat jelas yaitu menjaga martabat jabatan, menjadi teladan kesopanan, dan menggunakan bahasa yang hormat di ruang publik. Jabatan presiden bukan sekadar kekuasaan, melainkan sebuah “tugas suci” yang melekat padanya sepanjang waktu," sambungnya.
Ia menilai Prabowo memiliki niat baik dengan mengkritik korupsi dengan tegas dan tampil autentik di depan rakyat kecil. Namun, menurut etika deontologi, niat saja tidak cukup. Ketika mengucap “ndasmu”, Presiden Prabowo dianggap telah melanggar kewajiban moral yang melekat pada perannya.
Menurut dia, aturan moral bersifat universal. Artinya, jika tidak pantas dilakukan semua orang, maka tidak pantas juga dilakukan presiden.
"Bayangkan jika setiap pemimpin publik boleh menggunakan kata kasar setiap kali emosi naik, maka standar komunikasi publik akan runtuh," ujarnya.
Menjadi pemimpin yang manusiawi, dekat dengan rakyat, dan berani bicara apa adanya memang bukan masalah. Namun sebagai presiden, ada kewajiban deontologis yang lebih tinggi yakni menjaga standar moral.
"Seorang presiden boleh blak-blakan, boleh penuh semangat, tetapi ia tidak boleh melupakan bahwa ada batas moral yang harus dijaga. Bukan karena takut dikritik, melainkan karena itu adalah tugasnya yang paling mendasar," pungkasnya. (maw)