Paris Saint-Germain telah mengidentifikasi bek Strasbourg, Guela Doue, sebagai kandidat ideal untuk memperkuat lini pertahanan mereka menjelang musim baru. Juara Prancis tersebut bertekad mendapatkan bek kanan andal yang mampu memberikan dukungan berkualitas tinggi bagi bintang utama mereka, Achraf Hakimi, setelah gagal menemukan opsi yang sesuai pada bursa transfer musim panas lalu.
Parisians tetapkan target pertahanan
Setelah benar-benar gagal merekrut deputi bertahan yang tepat pada musim panas sebelumnya, direktur olahraga Luis Campos kembali melanjutkan pencarian bek kanan spesialis, menurut laporan Foot01. Musim lalu, klub sempat mengandalkan solusi sementara dengan memainkan gelandang Warren Zaire-Emery dan Joao Neves untuk menggantikan Hakimi saat absen. Namun, kini PSG mengalihkan perhatian mereka kepada Guela, bek Strasbourg berusia 23 tahun yang tampil luar biasa di kompetisi domestik bersama tim asal Alsace setelah menandatangani kontrak hingga Juni 2029.
Fleksibilitas yang mengesankan manajemen klub
Laporan dari Fussballdaten menyebutkan bahwa pihak manajemen di Parc des Princes sangat terkesan dengan profil taktis pemain internasional Pantai Gading tersebut. Mantan pemain Rennes ini telah berkembang menjadi salah satu bek panutan di Ligue 1, dengan catatan dua gol dan tujuh assist dalam 34 penampilan. Kemampuannya yang unik untuk bermain sebagai bek sayap tradisional, beralih ke posisi bek tengah, atau bahkan masuk ke lini tengah, sesuai dengan tuntutan taktik fleksibel dari pelatih Luis Enrique.
Penampilan internasional tingkatkan reputasi
Reputasi Guela semakin meningkat berkat performanya bersama tim nasional Pantai Gading di Piala Dunia 2026, di mana ia tampil tiga kali dan membantu negaranya mencapai babak 32 besar. Ia menjadi starter dalam kemenangan melawan Ekuador dan Curacao, serta tampil sebagai pemain pengganti di laga melawan Jerman, yang menarik perhatian klub-klub besar seperti Borussia Dortmund. Akibatnya, Strasbourg menetapkan harga sebesar €30 juta hingga €35 juta untuk kakak Desire Doue tersebut guna menghalangi minat dari klub-klub elit.
Pertarungan transfer di depan mata
Bursa transfer mendatang akan menjadi ujian bagi kemampuan PSG dalam bernegosiasi sekaligus menjaga keharmonisan skuad, karena mereka harus meyakinkan pemain asal Pantai Gading itu untuk menerima peran sebagai pelapis. Dengan beberapa pesaing yang mulai mengintai, raksasa Prancis tersebut harus bergerak cepat memulai pembicaraan resmi sebelum persiapan pramusim di bawah arahan Enrique dimulai. Menyelesaikan masalah kedalaman skuad yang telah lama menjadi perhatian ini tetap menjadi prioritas utama, seiring upaya manajemen untuk mempertahankan gelar Ligue 1 dan menargetkan keberhasilan di Liga Champions musim depan.