Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026 kembali hadir sebagai upaya memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat.
Ajang yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berbagai mitra strategis ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi syariah di daerah sejak 2019.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan Sunda Karsa Fest 2026 merupakan hasil integrasi tiga agenda besar, yakni Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ), West Java Sharia Economic Festival (WJSEF), dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB).
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026, di Trans Convention Centre (TCC) dan Trans Studio Mall Bandung.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat,” ujar Junanto pada keterangan yang diterima, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan, sebanyak 260 booth dan tenant akan menghadirkan beragam produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Produk yang dipamerkan meliputi sektor fesyen, kriya, kuliner, produk halal, halal beauty, aksesori, desa wisata, hingga kerajinan khas dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Tak hanya itu, masyarakat juga dapat mengunjungi berbagai booth layanan Bank Indonesia, perbankan, sistem pembayaran digital, serta layanan publik lainnya.
Menurut Junanto, penyelenggaraan festival tidak hanya berfokus pada transaksi perdagangan, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi dan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari kompetisi, seminar, talkshow inspiratif, fashion show, tabligh akbar, hingga Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat.
Selain itu, sejumlah kegiatan kolaboratif turut melengkapi rangkaian acara, seperti Run the Mall, pengalaman meracik parfum, donor darah, pemeriksaan kesehatan, pasar murah, hingga program Wakafee atau pojok wakaf yang memungkinkan masyarakat berwakaf sambil menikmati kopi, teh, maupun cokelat.
Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan, pengunjung juga dapat menukarkan sampah botol plastik di booth Ingram. Program tersebut menjadi bagian dari edukasi mengenai ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Junanto mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai fasilitas dan kegiatan yang tersedia selama festival berlangsung.
“Wargi Jawa Barat kami undang untuk hadir, berbelanja produk-produk UMKM unggulan, mengikuti talkshow inspiratif, berbelanja kebutuhan pokok di pasar murah, mengikuti senam bersama dan pemeriksaan kesehatan, donor darah, hingga berpartisipasi dalam program wakaf melalui Wakafee,” katanya.
Masyarakat juga dapat mengikuti Tabligh Akbar bersama Ustadz Hilman Fauzi yang digelar di Masjid Trans Studio Mall.
Junanto berharap tingginya partisipasi masyarakat akan berdampak langsung terhadap meningkatnya transaksi UMKM sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, penguatan UMKM menjadi langkah strategis mengingat sektor tersebut memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.
UMKM tercatat menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
Dengan kontribusi tersebut, UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat daerah.
Bank Indonesia melihat peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pembiayaan dan pasar, akselerasi digitalisasi, serta peningkatan daya saing harus terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak.