SURYA.CO.ID, SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi untuk segera merealisasikan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah yang khusus menangani sektor pangan demi mengoptimalkan status wilayah itu sebagai lumbung pangan nasional.
Langkah strategis ini dinilai sangat mendesak demi menerjemahkan visi besar pembangunan daerah ke depan.
Penguatan sektor itu diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian sekaligus mengamankan pasokan komoditas strategis secara mandiri.
Baca juga: DPRD Jatim Lantik Andy Firasadi sebagai Anggota PAW Sisa Masa Jabatan
Ketua Komisi C DPRD Jatim yang juga politisi Golkar, Adam Rusydi menjelaskan, fraksi Golkar memang getol mendorong agar Pemprov memiliki BUMD Pangan.
"Dalam pandangan kami, BUMD Pangan ini bisa menjadi penerjemahan dari konsep Gubernur bahwa Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara," kata Adam, saat dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat (26/6/2026).
"Kami memandang BUMD Pangan ini sangat penting karena Jawa Timur adalah lumbung pangan nasional. Apalagi, menjadi sentra hub pangan di Indonesia Timur," jelas politisi muda ini.
Baca juga: Belasan Terduga Perusak dalam Demo Indonesia Sekarat di Gedung Grahadi Surabaya Ditangkap
Secara potensi, Adam memandang bahwa Jawa Timur sangat potensial menjadi lumbung pangan besar secara nasional meskipun saat ini sudah memiliki Puspa Agro.
Hanya saja, anak perusahaan dari PT Jatim Grha Utama itu dinilai oleh pihak legislatif belum bekerja secara maksimal.
Secara regulasi belum memungkinkan karena tahun ini potensi belum bisa setor pendapatan ke daerah sehingga sulit jika statusnya dinaikkan menjadi BUMD tersendiri.
Fraksi Golkar menilai solusi terbaik yang harus ditempuh adalah merancang pembentukan entitas BUMD Pangan yang baru sejak awal.
Pembentukan instansi baru itu diyakini bakal memberikan kontribusi finansial yang besar bagi keuangan daerah jika dikelola secara profesional.
"Kami memandang ini sangat urgen," terang Adam Rusydi selaku Ketua Komisi C DPRD Jatim untuk menegaskan kelayakan proyek itu.