Grid.ID - Baru-baru ini, seorang pengamen di Surabaya menemukan jenazah wanita di kamar kosnya di Surabaya. Kronologi penemuanjenazah pun menjadi perbincangan.
Kabar penemuan jenazah wanita kembali terjadi. Kali ini, hal ini terjadi di Surabaya, Jawa Timur.
Dikutip dari TribunJatim pada Jumat (26/6/2026), kejadian menggegerkan itu terjadi di Jalan Putat Jaya Gang Sekolahan I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Jenazah pertama ditemukan pada Kamis (25/6/2026) malam hari.
Diketahui, korban adalah SN (51) yang merupakan warga Jeruk Kulon, Jogoroto, Jombang, Jawa Timur.
Sari, tetangga kos korban mengungkap bahwa SN sudah lama menyewa kamar kos tersebut. Korban menurutnya adalah orang yang ramah.
"Iya, benar. Korban sudah lama sekali tinggal menyewa kamar di sini. Kami biasa memanggilnya Mbak Har," jelasnya.
Sedangkan, Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Agus Tri Subagio mengungkap bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Selain itu, polisi telah memasang police line di area kos korban.
"Ya, kami saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini. Saya bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya masih berada di lokasi untuk berkoordinasi dan menuntaskan olah TKP, mohon waktu dulu ya," jelasnya.
Sedangkan, kronologi penemuan jenazah wanita ini pun menggegerkan warga setempat. Dikutip dari KOMPAS.com pada Jumat (26/6/2026), penemuan ini berawal dari kecurigaan seorang pengamen, RI.
RI sendiri merupakan cucu dari pemilik kos-kosan tempat SN tinggal. Ia juga kerap menunggu kos-kosan tersebut.
Awalnya, RI yang baru pulang mengamen pun curiga lantaran melihat pintu kamar kos korban tampak sedikit terbuka. Meskipun sudah menaruh curiga, namun RI justru memilih untuk kembali mengamen.
Setelahnya, kecurigaannya pun kian bertambah lantaran ia mencium aroma tak sedap dari kamar korban. RI yang bertugas menunggu area kos pun menelepon keponakannya.
Bersama dnegan 3 orang warga lain, keponakan RI akhirnya memberanikan diri untuk mengecek keadaan kamar kos korban. Namun, betapa terkejutnya mereka lantaran mendapati korban sudah tertelungkup di lantai.
Hal itu diungkap oleh tetangga korban, yakni Rani Suratmi. Ia juga mengetahui kronologi penemuan jenazah tersebut.
"Mas RI telepon keponakannya, bertanya Mbak Har ke mana karena kosannya bau amis sekali. Akhirnya keponakannya mengajak tiga orang warga sekitar untuk mengecek. Saat diintip dari jendela, ternyata Mbak Har sudah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan," jelasnya.
Jenazah SN ditemukan dengan kondisi yang tidak wajar. Pasalnya, dirinya hampir tak berbusana, hanya celana dalam yang tampak masih berada di lutut.
Tak hanya itu, banyak luka di sekujur tubuhnya. Bahkan, terlihat ada luka sayatan di bagian dada.
Darah korban pun terciprat hingga ke dinding kamar kos dan juga perabotan di kamar korban. Pengurus RT setempat menilai luka tersebut tergolong sadis.
"Luka di tubuhnya banyak sekali. Kata Pak RT bagian mulutnya bengkak lebam, dan kata warga yang ikut melihat, ada banyak luka robek di bagian dada yang diduga bekas tusukan benda tajam," jelas Rani.
Polisi pun memastikan bahwa kasus ini bukan perampokan. Pasalnya, perhiasan milik korban masih utuh dan masih berada di tubuh korban.
"Jika sudah ada urusan darah di dalam kamar dan pada mayat, pasti patut diduga kuat adalah tindak pidana. Dan setelah dilakukan olah TKP menyeluruh oleh rekan-rekan Inafis, betul memang terjadi aksi pembunuhan," ungkap Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya, Kompol Muljono.
"Untuk perhiasan yang saya lihat di TKP tadi terpantau masih utuh dipakai di tubuh korban. Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar kasus keji ini bisa segera terungkap dalam waktu singkat," lanjutnya.