Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Sabtu 27 Juni 2026.
Tema renungan katolik hari ini “aku akan menyembuhkannya”.
Renungan katolik hari ini disiapkan untuk pesta Fakultatif Santo Cyrillus dari Alexandria, Uskup dan Pujangga Gereja.
Bacaan hari Sabtu: Rat 2:2.10-14.18-19; Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Mat 8:5-17 dan BcO Neh 2:9-20.
Baca juga: Teks Misa Minggu 28 Juni 2026 Hari Biasa Pekan XIII Tahun A
Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.
Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion; mereka menabur abu di atas kepala dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah.
Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota.
Kepada ibunya mereka bertanya: “Mana roti dan anggur?”, sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.
Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?
Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!
Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan.
Mazmur Tanggapan:
Nyanyian pengajaran Asaf.
Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?
Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri. Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus.
Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda.
Kelihatannya seperti orang mengayunkan tinggi-tinggi sebuah kapak kepada kayu-kayuan yang lebat.
Dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung.
Mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah.
Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh sarang-sarang kekerasan.
Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.
Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia
Bacaan Injil Katolik:
P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
“Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Setibanya di rumah Petrus, Yesus melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangun dan melayani Dia.
Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan, dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Aku akan menyembuhkannya”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini kita diajak untuk merenungkan kasih Allah yang menyembuhkan. Bacaan pertama menyingkapkan penderitaan Yerusalem akibat dosa dan ketidaksetiaan umat. Namun di tengah ratapan itu, ada seruan untuk berdoa dan berseru kepada Allah. Injil menampilkan Yesus yang menyembuhkan hamba seorang perwira dan banyak orang sakit, menunjukkan kuasa-Nya yang penuh belas kasih. Tema “Aku akan menyembuhkannya” menjadi janji pemulihan bagi setiap orang yang datang dengan iman.
Saudara-saudari terkasih.
Dalan bacaan kitab Ratapan (2:2.10-14.18-19) Yerusalem hancur karena murka Allah atas dosa umat. Ratapan ini bukan sekadar keluhan, tetapi juga panggilan untuk kembali kepada Allah dengan doa dan air mata. Bacaan ini menegaskan bahwa penderitaan akibat dosa hanya dapat dipulihkan dengan pertobatan dan kembali kepada Tuhan. Dalam bacaan Injil (Mat. 8:5-17) ada kisah seorang perwira kafir menunjukkan iman yang luar biasa: ia percaya bahwa Yesus hanya perlu berkata sepatah kata, maka hambanya akan sembuh. Yesus memuji iman itu dan menyembuhkan hambanya. Injil juga menampilkan Yesus yang menyembuhkan banyak orang sakit, menegaskan bahwa kuasa-Nya melampaui batas sosial, budaya, dan agama. Refleksi kita
“Pertobatan membuka pemulihan”: Ratapan Yerusalem mengingatkan kita bahwa dosa membawa kehancuran, tetapi doa dan pertobatan membuka jalan bagi pemulihan. Kita diajak untuk kembali kepada Allah dengan hati yang hancur dan rendah. “Iman yang tulus”: Perwira kafir menunjukkan iman yang tulus dan rendah hati. Ia percaya pada kuasa sabda Yesus. Iman seperti ini menjadi teladan bagi kita: percaya tanpa syarat bahwa Allah sanggup menyembuhkan.
“Belas kasih yang menyembuhkan”: Yesus menyembuhkan bukan hanya tubuh, tetapi juga hati dan relasi. Ia memulihkan martabat manusia yang sakit dan terpinggirkan. Kasih-Nya melampaui batas, menyentuh semua orang yang datang dengan iman.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, pertobatan adalah jalan menuju pemulihan dari kehancuran akibat dosa. Kedua, iman yang tulus membuka kuasa sabda Yesus yang menyembuhkan. Ketiga, belas kasih Kristus menyentuh dan memulihkan seluruh hidup manusia, melampaui batas sosial dan budaya. Tuhan memberkati kita. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/www.renunganpkarmcse.com/kgg).