Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tim dari Mabes Polri turun langsung menguji ulang hasil tes fisik calon siswa (casis) Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Maluku.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap nilai yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kemampuan di lapangan, sekaligus menutup ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi.
Supervisi tersebut dipimpin Ketua Tim Supervisi SSDM Polri, Kombes Pol Dr. M. Adenan AS, bersama personel Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Lapangan Tahapary Tantui, Ambon, Kamis (25/6/2026).
Berbeda dengan pemantauan biasa, tim dari Mabes Polri melakukan uji petik terhadap sejumlah peserta yang dipilih secara acak.
Mereka diminta mengulang beberapa materi tes fisik untuk mencocokkan hasil penilaian yang sebelumnya diberikan panitia daerah.
Langkah itu menjadi bagian dari sistem pengawasan berlapis yang diterapkan Polri agar seluruh proses seleksi berlangsung objektif, profesional, serta mengedepankan kemampuan peserta.
Baca juga: Prancis Bungkam Norwegia 4-1, Wakapolda Maluku: Saya Sudah Prediksi Les Bleus Menang
Baca juga: Kapolda Maluku Sambangi Anak Tuna Netra Putri Anggota Polri, Bawa Harapan di Hari Bhayangkara
Ketua Tim Supervisi SSDM Polri, Kombes Pol M. Adenan AS, mengatakan uji petik merupakan instrumen penting untuk menjaga kredibilitas proses penerimaan anggota Polri.
"Uji petik dilakukan untuk memastikan bahwa setiap nilai yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kemampuan yang ditunjukkan di lapangan. Pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Polri menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam seluruh tahapan rekrutmen," tegas Kombes Adenan.
Ia menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi praktik manipulasi maupun intervensi dalam proses seleksi.
Seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan prestasi.
"Tidak boleh ada ruang bagi praktik kecurangan, manipulasi, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Setiap peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan prestasinya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026, Kombes Pol Jemi Junaidi, mengatakan kehadiran tim supervisi dari Mabes Polri menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap seluruh tahapan seleksi di daerah.
Menurutnya, supervisi tersebut sekaligus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa proses penerimaan anggota Polri di Maluku berlangsung sesuai standar nasional dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
"Kehadiran Tim Supervisi SSDM Polri menjadi bentuk pengawasan langsung agar seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Kami berkomitmen menjaga integritas proses penerimaan dengan mengedepankan prinsip BETAH sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasinya," kata Jemi.
Ia menambahkan, rekrutmen Polri tidak hanya bertujuan mencari calon anggota yang memiliki kemampuan fisik, tetapi juga menjaring generasi muda yang berintegritas, profesional, adaptif, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Pada hari kedua pelaksanaan seleksi, tim supervisi melakukan uji petik pada materi Kesamaptaan B, meliputi pull-up, push-up, sit-up, dan shuttle run, serta Kesamaptaan C berupa tes ketangkasan renang.
Seluruh rangkaian seleksi berlangsung di bawah pengawasan Tim Supervisi SSDM Polri bersama pengawas internal dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku.
Melalui supervisi dan uji petik langsung tersebut, Polri kembali menegaskan komitmennya menghadirkan proses rekrutmen anggota yang bersih, transparan, objektif, dan bebas intervensi
Alhasil, hanya peserta dengan kemampuan terbaik yang berhak melaju ke tahapan seleksi berikutnya. (*)