Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Di tengah rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni memilih mengawali perayaan dengan langkah yang sarat makna.
Ia mendatangi rumah seorang anak anggota Polri berkebutuhan khusus di Kota Ambon untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan kepada keluarga yang selama bertahun-tahun berjuang mendampingi sang buah hati.
Ialah Githa Jennifer Wacanno (9), putri pasangan anggota Polri Ipda Yongky Wacanno dan Aiptu Israh Zaitun.
Sejak lahir, Githa hidup dengan kondisi kesehatan khusus sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan dari kedua orang tuanya.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) itu turut dihadiri Dansat Brimob Polda Maluku, Kabiddokkes Polda Maluku, dan Ka SPN Polda Maluku.
Selain menyerahkan santunan, rombongan juga berbincang langsung dengan keluarga untuk mendengar perjalanan panjang mereka dalam merawat Githa.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut.
Baca juga: Prancis Bungkam Norwegia 4-1, Wakapolda Maluku: Saya Sudah Prediksi Les Bleus Menang
Bagi keluarga Githa, kehadiran Wakapolda beserta jajaran bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga menjadi penyemangat agar tetap tegar menjalani berbagai tantangan.
Wakapolda Maluku mengatakan, Hari Bhayangkara bukan sekadar menjadi momentum memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada keluarga besar Polri yang sedang menghadapi ujian kehidupan.
"Hari Bhayangkara bukan hanya tentang pengabdian Polri kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran kami hari ini merupakan bentuk dukungan agar keluarga tetap kuat, optimistis, dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada," ujar Imam Thobroni.
Ia menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, memperoleh kasih sayang, serta menggapai masa depan yang baik, termasuk anak-anak yang hidup dengan kondisi kesehatan khusus.
"Keterbatasan kondisi kesehatan tidak boleh menghilangkan harapan. Setiap anak memiliki nilai, potensi, dan masa depan yang harus kita dukung bersama. Karena itu, kepedulian dan perhatian kepada mereka merupakan tanggung jawab moral kita semua," tegasnya.
Menurut Imam Thobroni, dukungan keluarga, lingkungan, dan institusi menjadi faktor penting dalam membangun rasa percaya diri anak-anak berkebutuhan khusus agar mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ipda Yongky Wacanno dan Aiptu Israh Zaitun yang dengan penuh kesabaran dan kasih sayang terus mendampingi putri mereka menjalani proses perawatan dan tumbuh kembang.
Sementara itu, Aiptu Israh Zaitun mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pimpinan Polda Maluku kepada keluarganya.
"Sebagai orang tua, tentu tidak mudah mendampingi anak yang sejak lahir harus menjalani berbagai proses perawatan dan perhatian khusus. Namun kami selalu berusaha memberikan kasih sayang dan semangat terbaik agar Githa dapat tumbuh dengan baik," katanya.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut memberikan kekuatan baru bagi keluarganya untuk terus mendampingi Githa.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Bapak Wakapolda dan jajaran Polda Maluku bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral yang membuat kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada," ujarnya.
Kegiatan anjangsana ini menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku ingin menunjukkan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum.
Namun juga lewat aksi kemanusiaan yang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Menutup kunjungannya, Wakapolda berharap kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus terus tumbuh, baik di lingkungan Polri maupun di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)