TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima penghargaan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam ajang Jakarta Water Hero 2026 yang digelar PAM Jaya di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas transformasi dan peningkatan layanan air bersih di Jakarta yang terus didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM Jaya.
Meski menerima penghargaan bergengsi itu, Pramono menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama.
Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapatkan akses air bersih.
“Bagi saya rekor MURI tadi semacam memberikan apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Tapi yang lebih penting, yang terpenting bahwa keberpihakan kita untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, itu tetap menjadi target utama PAM Jaya,” kata Pramono.
Ia meyakini kolaborasi antara Pemprov DKI, DPRD DKI Jakarta, dan PAM Jaya akan mempercepat pemerataan layanan air bersih di ibu kota.
“Kalau ini bisa kita jalankan bersama, mudah-mudahan masyarakat di Jakarta ini merasa lebih aman, lebih nyaman hidup di Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan Jakarta Water Hero yang kini memasuki tahun keempat digelar sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan dan para pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap pengembangan layanan air perpipaan.
“Ini bagian dari bentuk apresiasi kami kepada pelanggan PAM JAYA. Ini tahun keempat, rangkaian yang benar-benar kami buat untuk meyakinkan dan memastikan bahwa pelanggan sangat berperan penuh terhadap perkembangan perusahaan PAM JAYA,” kata Arief.
Dalam kesempatan itu, PAM Jaya juga kembali mengampanyekan pengurangan penggunaan air tanah di Jakarta.
Arief berharap masyarakat mulai beralih ke layanan air perpipaan seiring semakin luasnya jaringan distribusi yang dibangun perusahaan.
“Kami terus memaksimalkan air bersih berkualitas air minum masuk ke setiap rumah di Jakarta. Mudah-mudahan masyarakat mulai stop dengan air tanahnya ketika pipanisasi PAM JAYA sudah masuk ke rumah,” ujarnya.
Untuk memperluas akses air bersih, PAM Jaya juga terus menggenjot program sambungan baru bagi pelanggan.
Menurut Arief, pelanggan dari kelompok tarif tertentu mendapatkan fasilitas pemasangan sambungan gratis dan biaya yang lebih terjangkau.
“Pelanggan kelompok tarif 2A1 dan 2A2 yang wajib dibantu kami berikan gratis sambungannya. Kemudian kelompok 2A3 dan 2A4 juga kami berikan sambungan dengan harga yang sangat bijak,” katanya.
Tak hanya itu, PAM Jaya juga menyiapkan 5.000 toren air bagi masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi dampak El Nino.
“Kami juga memberikan 5.000 toren tahun ini untuk memastikan masyarakat yang wajib dibantu memiliki akses air bersih sebagai bagian dari menghadapi El Nino,” ucap Arief.
Dalam sambutannya, Pramono turut mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Water Hero yang telah memasuki tahun keempat.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi PAM Jaya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menuntaskan target cakupan layanan air bersih 100 persen pada 2029.
Dalam ajang Jakarta Water Hero 2026 ini, PAM Jaya juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah individu, komunitas, perangkat daerah, hingga lembaga yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program perluasan layanan air bersih di Jakarta.
Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Koordinatoriat Wartawan Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta (Balkoters) yang mendapat apresiasi karena dinilai berperan aktif mendukung target 100 persen cakupan layanan PAM Jaya di Jakarta.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lain yang selama ini ikut mendorong pengembangan layanan air perpipaan di Ibu Kota.