Mengenal Afirmasi, Kebiasaan Positif yang Banyak Dilakukan di Pagi Hari
Hari Susmayanti June 27, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Pernakah Anda mengucapkan kalimat seperti, “Aku pasti bisa melewati hari ini”?  atau "Aku mampu menjadi versi terbaik dari diriku," dan kalimat semacamnya?

Kalimat sederhana seperti ini dikenal sebagai afirmasi.

Saat ini, afirmasi semakin sering dibahas dalam berbagai konten pengembangan diri dan banya dijadikan bagian dari rutinitas pagi. 

Meski terdengar sederhana, afirmasi ternyata bukan sekedar rangkaian kata-kata penyemangat.  

Tetapi, masih banyak orang yang menganggap kebiasaan ini tidak lebih dari kata-kata motivasi saja. 

Padahal, afirmasi dipahami sebagai cara seseorang membangun dialog yang lebih positif dengan dirinya sendiri. 

Secara sederhana, afirmasi dapat didefinisikan sebagai pernyataan positif yang ditujukan kepada diri sendiri untuk membantu membangun cara berpikir yang lebih positif. 

Afirmasi termasuk salah satu bentuk positive self-talk, yaitu kebiasaan berbicara kepada diri sendiri menggunakan kalimat yang membangun. Bentuknya mulai dari kalimat positif, pujian, apresiasi terhadap diri sendiri, hingga dengan media visual yang disukai seseorang. 

Tujuannya bukan untuk mengabaikan kenyataan yang terjadi, namun untuk emembantu seseorang melihat dirinya dengan sudut pandang yang lebih positif. 

Bagaimana cara Anda berbicara kepada diri sendiri ternyata memiliki pengaruh terhadap cara Anda memandang kemampuan, menghadapi tekanan yang ada, hingga mengambil keputusan. 

Ketika seseorang terus-menerus mengatakan bahwa dirinya tidak mampu atau selalu gagal, akhirnya pikiran tersebut dapat mempengaruhi rasa percaya dirinya.

Baca juga: Susuri Sungai Gajah Wong Pakai Perahu Motor, Hasto Wardoyo Jaring Sekarung Sampah Rumah Tangga

Sebaliknya, membiasakan diri menggunakan kalimat yang lebih membangun dapat membantu persepsi diri yang lebih baik. 

Inilah alasan mengapa afirmasi sering dikaitkan dengan upaya meningkatkan rasa percaya diri.

Sebenarnya, afirmasi tidak harus selalu idlakukan pada pagi hari. Kebiasaan ini dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Namun, banyak orang memilih menjadikannya bagian dari rutinitas di pagi hari sebagai cara untuk menyiapkan diri sebelum memulai aktivitas seharian.

Karena sebenarnya penelitian lebih banyak membahas manfaat afirmasi terhadap kondisi psikologis. Sedangkan waktu untuk pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan kenyamanan tiap individu.

Bagi sebagian orang, beberapa menit di pagi hari menjadi waktu untuk berhenti sejenak sebelum disibukkan dengan berbagai aktivitas yang akan dijalani. 

Pada momen inilah afirmasi dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadapi tantangan. 

Terutama ketika sedang merasa lelah, kehilangan semangat, atau kurang percaya diri, afirmasi dapat membantu untuk kembali mengarahkan fokus pada usaha yang bisa dilakukan. Bukan hanya fokus pada kekhawatiran yang dirasakan. 

Namun, yang perlu Anda pahami bahwa manfaat tersebut tidak muncul karena afirmasi bekerja sebagai mantra, melainkan karena kebiasaan membangun dialog yang lebih positif dengan diri sendiri. 

Pada dunia Pendidikan, afirmasi juga digunakan untuk membantu mengurangi hambatan belajar melalui kalimat-kalimat positif, pujian, dan afirmasi.  

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa afirmasi positif sebagai bentuk self-talk dapat membantu seseorang melihat dirinya dengan lebih positif.

Dengan begitu, kebiasaan berbicara baik kepada diri sendiri bukan sekadar memberi semangat, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi berbagai situasi.

Meski demikian, afirmasi bukanlah cara instan untuk mencapai keberhasilan. Mengcuapkan kalimat positif saja tidak akan otomatis menyelesaikan maslah apabila tidak disertai dengan usaha yang nyata.

Penelitian juga menunjukkan bahwa afirmasi yang realistis dan sesuai dengan kondisi diri cenderung lebih mudah diterima.

Misalnya, "Saya mampu belajar dari setiap tantangan yang saya hadapi" atau "Saya percaya pada kemampuan diri saya untuk terus berkembang."

Kalimat seperti ini dinilai lebih membantu dalam membangun keyakinan diri secara bertahap.

Selain itu, afirmasi juga perlu dilakukan secara konsisten.

Mengucapkan afirmasi satu atau dua kali tentu tidak akan langsung mengubah cara berpikir seseorang.

Sama seperti membangun kebiasaan baik lainnya, afirmasi membutuhkan waktu agar dapat menjadi bagian dari pola pikir dan kebiasaan sehari-hari. 

Oleh karena itu, yang terpenting adalah tentang bagaimana seseorang memahami makna dari setiap kalimat tersebut dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak sedikit orang merasa afirmasi tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Salah satu penyebabnya bisa jadi karena seseorang masih memiliki keyakinan negatif yang sangat kuat terhadap dirinya sendiri. 

Ketika pikiran terus-menerus mengatakan "Saya tidak mampu" atau "Saya pasti gagal", kalimat afirmasi yang bertolak belakang bisa terasa sulit dipercaya.

Afirmasi juga dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Ada yang memilih mengucapkannya di depan cermin setelah bangun tidur, menuliskannya dalam jurnal hariannya, atau menyimpannya sebagai catatan di meja belajar atau catatan di handphone agar mudah terlihat dan dibaca kembali. 

Pada akhirnya, afirmasi bukan sekedar cara untuk menghilangkan semua masalah yang dihadapi. 

Tetapi sebaliknya, afirmasi merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan berbicara lebih baik dan positif kepada diri sendiri. 

Sehingga, seseorang memiliki cara pandang yang lebih positif dalam menjalani setiap proses kehidupan

Dengan begitu, kebiasaan ini dapat menjadi langkah kecil untuk memulai hari dengan lebih siap dan penuh keyakinan.

Afirmasi dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk terus berkembang, belajar, dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. 

(MG- Mayumi Cinta Mahesi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.