SURYA.co.id, MADIUN – Bakti sosial yang digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Madiun pada peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun menghadirkan layanan yang tak biasa.
Di tengah berbagai pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi, PDGI juga menyediakan pembuatan 11 protesa okuler (mata palsu) secara gratis bagi warga yang kehilangan bola mata.
Layanan yang jarang dijumpai dalam kegiatan bakti sosial kedokteran gigi itu menjadi salah satu program unggulan dalam rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Kecamatan Mejayan, Minggu (28/6/2026).
Selain itu, pelayanan juga berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk RSUD Dolopo.
Ketua PDGI Cabang Madiun, drg. Muhammad Danang Subeqi, Sp.Pros mengatakan, bakti sosial kali ini tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mengusung misi kemanusiaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Ketika daerah-daerah memiliki keasaman (pH) yang terlalu tinggi, terutama di daerah berkapur, masyarakatnya secara relatif akan lebih mudah mengalami permasalahan gigi. Lapisan enamel atau pelindung terluar gigi menjadi mudah terkelupas," ujar drg. Danang kepada SURYA.co.id, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Bahaya Mengabaikan Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Jantung
Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Madiun, khususnya wilayah utara yang didominasi kawasan berkapur, menjadi salah satu alasan daerah ini dipilih sebagai pusat bakti sosial PDGI tingkat Jawa Timur.
Faktor lingkungan tersebut dinilai berkontribusi terhadap tingginya angka kerusakan gigi, sehingga masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan gigi secara lebih luas.
Namun, perhatian PDGI tidak berhenti pada persoalan kesehatan gigi. Organisasi profesi tersebut juga menghadirkan layanan protesa okuler yang telah dipersiapkan melalui proses seleksi pasien sejak dua bulan sebelumnya.
Drg. Danang menjelaskan, seluruh penerima manfaat merupakan warga yang kehilangan bola mata akibat cacat bawaan maupun pascakecelakaan dan tindakan medis.
"Protesa mata ini tentu bukan memberikan mata asli yang bisa melihat kembali, melainkan mata palsu untuk estetika. Tujuannya sangat mendalam, yaitu mengembalikan rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas hidup (quality of life) dari pasien beserta keluarganya," tambah spesialis prostodonsia tersebut.
Selain 11 protesa mata, bakti sosial ini juga menyalurkan 217 protesa gigi (gigi tiruan) gratis, operasi bibir sumbing (cleft lip palate), operasi gigi impaksi atau gigi bungsu miring, pemeriksaan kesehatan gigi anak berkebutuhan khusus, penyuluhan kesehatan gigi dan gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta edukasi sikat gigi massal bagi 1.000 anak sekolah.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi lintas profesi kesehatan, mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), Persatuan Ahli Gizi, Persatuan Teknisi Gigi, hingga perawat gigi.
"Walaupun berpusat di Pendopo Ronggo Jumeno Madiun, pasien yang kita layani hingga dari luar daerah, seperti Ngawi, Ponorogo, Magetan, bahkan Nganjuk. Semua kita pastikan gratis," ucap lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.
Melalui bakti sosial terintegrasi tersebut, PDGI berharap pelayanan kesehatan tidak hanya menyelesaikan persoalan medis, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan spesialistik.