Jalan Berlubang di Perempatan Desa Randomayang Pasangkayu Kerap Sebabkan Kecelakaan
Nurhadi Hasbi June 27, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kondisi jalan berlubang di samping perempatan Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan dan kerap menjadi penyebab kecelakaan.

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Sabtu (27/6/2026), lubang berada tepat di sisi badan jalan beraspal, tidak jauh dari perempatan yang menjadi jalur keluar masuk kendaraan dari arah permukiman warga.

Kerusakan terlihat cukup panjang mengikuti tepi aspal dengan permukaan yang sudah terkelupas, menyisakan batu kerikil dan tanah yang tidak rata.

Baca juga: Saluran Drainase di Depan SDN Inpres Rimuku Dikeluhkan Wali Murid

Baca juga: Tumpukan TBS Sawit Masih Menggunung di Pasangkayu, Banyak Timbangan Pengepul Belum Beroperasi

Di beberapa bagian tampak genangan air mengisi lubang, meski cuaca sedang cerah.

Kondisi tersebut membuat kedalaman lubang sulit diperkirakan oleh pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Jalan tersebut merupakan salah satu jalur poros yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk bertonase besar. Aktivitas kendaraan berat yang cukup padat diduga mempercepat kerusakan badan jalan.

Selain berada di tikungan ringan menuju perempatan, posisi lubang juga berada di sisi yang sering dilewati kendaraan ketika menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Hal itu membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.

Warga Minta Perbaikan Permanen

Salah seorang warga sekitar, Mama Mira, mengatakan lubang tersebut sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

"Sudah sering orang jatuh di sini, terutama motor. Kalau malam atau habis hujan lebih berbahaya karena lubangnya tidak kelihatan," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kerusakan jalan sebenarnya sudah beberapa kali mendapat penanganan sementara dengan penimbunan material. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama.

"Memang pernah ditimbun, tapi tidak lama rusak lagi. Di sini banyak kendaraan berat keluar masuk, jadi cepat hancur lagi," katanya.

Mama Mira menambahkan, saat hujan turun, lubang tersebut berubah menjadi kubangan air.

Kondisi itu tidak hanya membahayakan pengendara, tetapi juga mengganggu warga yang tinggal di pinggir jalan.

"Kalau hujan, lubangnya penuh air. Begitu ada mobil lewat, airnya menyiprat sampai ke rumah. Kadang halaman dan teras ikut kotor," ungkapnya.

Ia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen agar kerusakan tidak terus berulang dan tidak lagi memakan korban.

Warga juga meminta penanganan dilakukan secepatnya mengingat jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat serta jalur distribusi barang di Kecamatan Bambalamotu.

Menurut mereka, perbaikan permanen lebih dibutuhkan dibandingkan penimbunan sementara yang hanya bertahan dalam waktu singkat akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.