Sulit Dapat BBM, Pengemudi Speedboat di Palembang Naikkan Tarif Penumpang, Ada yang Rp300 Ribu
Welly Hadinata June 27, 2026 12:48 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kesulitan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai berdampak pada operasional transportasi sungai di Palembang, Sumsel.

Sejumlah pengemudi speedboat terpaksa menaikkan tarif penumpang akibat tingginya harga BBM yang mereka beli di tingkat eceran.

Speedboat yang melayani rute dari Dermaga Pasar 16 Ilir di Sungai Musi bawah Jembatan Ampera Palembang menuju berbagai wilayah di Sumatera Selatan menggunakan BBM jenis Pertalite dan solar sebagai bahan bakar utama.

Salah seorang pengemudi speedboat, Danang (55), mengatakan kenaikan tarif mulai diberlakukan setelah harga BBM non-subsidi naik dan pasokan Pertalite semakin sulit diperoleh.

"Kalau saya beli BBM itu melalui pertamini yang dijual di pinggir Sungai Musi. Harganya mahal, dari Rp12 ribu kini naik jadi Rp15 ribu per liter," ujar Danang kepada Sripoku.com, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat biaya operasional meningkat sehingga para pengemudi tidak memiliki pilihan selain menyesuaikan tarif angkutan.

Saat ini tarif menuju sejumlah wilayah di Banyuasin, seperti Jalur 1 hingga Jalur 30, Makarti Jaya, Karang Agung, Air Salek, dan Muara Telang, dipatok mulai Rp80.000 per penumpang.

Sementara rute menuju wilayah Musi Banyuasin, seperti Jalur Sembilang dan Muara Kelang, dikenakan tarif mulai Rp200.000.

Adapun perjalanan menuju wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) kini berkisar antara Rp250.000 hingga Rp300.000, tergantung jarak tempuh.

"Semakin jauh rute yang ditempuh maka harganya juga lebih besar," katanya.

Pengemudi speedboat lainnya, Sakin, menyebut besaran tarif ditentukan berdasarkan tujuan perjalanan.

"Misal ke Jalur 1 itu harganya Rp80 ribu, nah selain dari situ naik harganya," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya harga resmi Pertalite dan solar tidak mengalami kenaikan. Namun, pengemudi kesulitan mendapatkan BBM subsidi sehingga terpaksa membeli di pengecer dengan harga lebih mahal.

"Untuk pakai drum harus menggunakan izin dan itu cukup ribet. Jadi mau tidak mau kami beli eceran dengan harga Rp15 ribu per liter," katanya.

Meski tarif mengalami kenaikan, sebagian penumpang mengaku tetap memilih menggunakan speedboat karena waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan moda transportasi lainnya.

Maryam, salah seorang penumpang tujuan Muara Telang, Banyuasin, mengaku tidak keberatan dengan tarif yang kini mencapai Rp170.000.

"Naik speedboat ini cepat, jadi tidak masalah. Dulu harganya sekitar Rp150 ribu," ujarnya.

Ia berharap pasokan BBM kembali normal sehingga pengemudi dapat memperoleh bahan bakar dengan harga resmi dan tarif angkutan kembali terjangkau bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.