Hari Laut Sedunia di Labuan Bajo Diperingati dengan Pungut Sampah di Hulu Mbeliling
Nofri Fuka June 27, 2026 12:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Peringatan Hari Laut Sedunia 2026 di Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai barat dilakukan dengan cara yang berbeda. 

Bukan di bibir pantai atau kawasan pesisir, puluhan peserta justru turun menyisir jalan Trans Flores di wilayah Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai barat pada Sabtu (27/6/2026), untuk memungut sampah.

Kegiatan yang mengusung tema global World Oceans Day 2026 itu menjadi simbol kuat bahwa laut dan daratan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tak terpisahkan.

Aksi dimulai pukul 08.30 WITA dari halaman Gereja Stasi Emanuel Melo menuju Masjid Nur Hasanah dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer. 

 

Baca juga: Gotong Royong Warga dan Dosen Poltekkes Kupang Wujudkan Sanitasi Sehat di Oeteta NTT

 

 

Sepanjang jalur itu, peserta yang terdiri dari pemerintah, sektor swasta, komunitas, hingga warga desa, memungut sampah plastik, botol, dan limbah rumah tangga yang berserakan di sisi jalan.

Program Manager Burung Indonesia, Tiburtius Hani Flores, mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan di wilayah hulu untuk membangun kesadaran bahwa sampah di darat akan bermuara ke laut.

“Selama ini kita melihat laut seolah terpisah dari daratan. Padahal apa yang kita lakukan di darat akan mempengaruhi laut kita. Sampah yang dibuang sembarangan akan terbawa air hujan dan akhirnya sampai ke laut,” ujarnya, Sabtu (27/06/2026). 

Menurutnya, jalur Trans Flores dipilih karena menjadi salah satu sumber pencemaran yang sering luput dari perhatian. Banyak pengguna jalan yang masih membuang sampah sembarangan.

Selain memungut sampah, peserta juga membagikan flyer edukasi kepada para pengguna kendaraan yang melintas.

Tiburtius memperkirakan sampah yang terkumpul dalam aksi itu mendekati satu ton dan berpotensi mencapai 1,5 ton jika seluruh titik dibersihkan.

“Di ujung jalur tadi ada satu titik yang selama ini seperti dijadikan tempat pembuangan akhir ilegal,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande, mengatakan aksi tersebut sebagai langkah nyata yang tidak sekadar seremonial.

“Ini praktik baik. Hari ini kita tidak hanya bicara peduli lingkungan, tapi benar-benar turun ke jalan dan ambil bagian,” ujarnya.

Ia menegaskan kawasan Mbeliling memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air bagi Labuan Bajo. Jika hulu tercemar, dampaknya akan terasa hingga ke laut dan sumber air minum masyarakat.

Sampah yang terkumpul nantinya akan dipilah. Sampah bernilai ekonomi akan disimpan, sementara residu dibawa ke TPA untuk mengurangi beban tempat pembuangan yang kini semakin penuh.

Vinsensius berharap aksi seperti ini menjadi awal perubahan pola pikir masyarakat desa agar pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah tangga.

“Harapannya nanti bukan lagi kita yang turun ke jalan, tapi masyarakat desa sendiri yang bergerak menjaga lingkungannya,” ujarnya. 

Sementara itu berdasarkan pantauan TRIBUNFLORES.COM, jenis sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah plastik seperti botol minuman, dan sampah plastik snack. 

Salah satu peserta dari sektor swasta Hotel Meurorah, Yesa mengatakan sampah-sampah yang ditemukan juga banyak ditemukan sampah yang masih tergolong baru dibuang. 

"Pesan saya agar para pengendara atau pejalan kaki yang melewati jalur ini atau dalam perjalanan tidak boleh buang sampah sembarangan. Sediakan tempat sampah di dalam mobil, atau bagi yang kendaraan roda dua bisa dikumpulkan dulu di kantong plastik lalu dibuang pada tempatnya," ungkapnya. (Iar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.