Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Insiden truk yang diduga mengalami rem blong kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Kali ini, sebuah truk Fuso bermuatan semen terperosok ke bahu jalan lintas nasional di kawasan Singah Mulo, Kecamatan Pintu Rime Gayo, pada Jumat (26/6/2026).
Truk tersebut diduga kehilangan fungsi pengereman saat melintasi jalur turunan yang curam dan berkelok.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan di ruas jalan tersebut, yang kerap menjadi lokasi kecelakaan kendaraan berat.
Mesti tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun insiden ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan di jalur lintas nasional Bireuen-Takengon.
Baca juga: Korban Mengira Gempa Bumi, Terbangun Ditengah Kepulan Semen dari Truk Fuso
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Bener Meriah, Muhammad Dahlan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kendaraan angkutan berat yang melintasi kawasan tersebut.
"Pengawasan tidak boleh hanya bersifat administratif. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Jangan sampai kecelakaan serupa terus berulang dan baru ditindak setelah memakan korban jiwa," tutur Dahlan kepada wartawan TribunGayo.com, Bustami saat berada di Panteraya, Bener Meriah Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, peristiwa di Singah Mulo memiliki kemiripan dengan sejumlah kecelakaan sebelumnya yang juga diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman pada kendaraan angkutan berat.
Ia mengingatkan bahwa pada Februari 2026 lalu, sebuah truk Fuso diduga mengalami rem blong di ruas Jalan Lut Kucak-Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah hingga menabrak sejumlah kendaraan dan pagar rumah warga.
Sebelumnya, kecelakaan serupa juga pernah terjadi di Kecamatan Timang Gajah yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Dahlan menilai rangkaian insiden tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan.
Khususnya terkait uji kelaikan kendaraan (KIR), kondisi sistem pengereman, kapasitas muatan, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.
"Kelemahan pengawasan terhadap kendaraan yang tidak layak jalan berpotensi menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama di jalur ekstrem wilayah Gayo.
Karena itu, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan agar tidak muncul korban berikutnya," katanya.
Dahlan juga meminta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bener Meriah bersama Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kendaraan angkutan barang.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan seluruh armada angkutan barang dan jasa beroperasi sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Selain memperkuat pengawasan, aparat bersama instansi terkait juga didorong untuk menindak tegas pemilik maupun perusahaan angkutan yang terbukti mengabaikan aspek keselamatan.
Hal ini sebagai bentuk penegakan hukum dan perlindungan terhadap pengguna jalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Di sisi lain, masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur-jalur rawan di Bener Meriah, terutama pada ruas jalan dengan turunan curam dan tikungan tajam yang kerap dilalui kendaraan bermuatan berat.
Baca juga: Detik-detik Truk Seruduk Ruko di Bener Meriah dan Merenggut Nyawa Wanita yang Tengah Berkebun
Sebelumnya, kasus truk yang di duga alami rem blong membuat seorang wanita paruh baya bernama Suarni (62) meninggal dunia akibat tertabrak truk bermuatan semen.
Peristiwa ini diduga truk juga mengalami rem blong di Jalan Lintas Nasional, Kampung Timang Gajah Dua, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Kamis (11/6/2026) sekira pukul 06.30 WIB.
Kecelakaan maut tersebut terjadi saat korban sedang membersihkan kebun labu miliknya yang berada tepat di pinggir jalan.
Menurut keterangan Suherman, saksi yang berada dilokasi, jika truk semen yang melaju dari arah Bireuen menuju Takengon itu mendadak kehilangan kendali melesat tak karuan.
Tepat dilokasi, truk awalnya menghantam tebing samping jalan lalu menyeret isi kebun milik korban Suarni baru kemudian menghatam sejumlah ruko warga.
"Saya hendak antar anak sekolah, tepat didepan mata kejadianya sangat cepat, kalau dugaan kami bibik Suarni tidak sempat menyelamatkan diri jadi dia terseret berbarengan dengan truck dan dilaporkan meninggal dunia," ujarnya.
Saksi lainya Abdulhalim mengatakan jika jasad korban ditemukan berada di bawah puing-puing kendaraan dan tertimbun muatan semen.
"Saat itu jasat korban berbalut dengan semen, saat saya cek memang tidak lagi bernyawa, badannya remuk tapi tidak berdarah, mungkin karena tertutup dengan semen," ungkapmya
Pantauan wartawan TribunGayo.com dilokasi, selain mengakibatkan korban jiwa, kecelakaan tunggal ini juga menyebabkan kerusakan parah pada bangunan ruko warga, sejumlah barang pribadi mulai dari mobil, bebera sepeda motor dan isi didalam ruko yang sudah berbalut dengan semen.
Kasat Lantas Polres Bener Meriah, AKP Syafaruddin mengatakan peristiwa ini bermula kita truk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BL 8560 ZK melaju dari arah Bireuen menuju Takengon.
Truk tersebut dikemudikan oleh Agus Cahyono (48), warga Desa Sejahtera, Kecamatan Gandapura (Glg) Baro, Bireuen, dengan membawa seorang penumpang berstatus pelajar, M Danuarta (14).
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) yang berkondisi jalan lurus dan menurun, truk diduga kehilangan kendali.
Kendaraan besar tersebut melaju ke sisi kiri jalan dan langsung menghantam Suwarni yang berada di pinggir jalan.
"Suarni dinyatakan meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian, kalau pengemudi truk, Agus Cahyono, mengalami luka ringan (LR), sedangkan penumpangnya dilaporkan selamat tanpa luka," pungkasnya. (*)
Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Seruduk Rumah di Bener Meriah, 1 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia